Berita

Lima Capres Perancis/RT

Dunia

Panggung Debat Capres Perancis Memanas Dengan Tiga Isu Ini

SELASA, 21 MARET 2017 | 17:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Debat publik pertama calon Presiden Perancis awal pekan ini membahas sejumlah isu penting bagi neara tersebut.

Masalah migrasi , Uni Eropa dan Islamisasi merupakan dua topik yang membuat panggung debat menjadi ramai.  

Lima kandidat presiden Perancis terkemuka memaparkan pandangan serta visi-misi mereka sebulan sebelum pemilih Perancis menggunakan hak suara pada pemungutan suara untuk putaran pertama pemilihan.


Sebanarnya total ada 11 kandidat yang akan ambil bagian dalam putaran pertama pemilihan presiden pada 26 April mendatang. Namun baru lima kandidat yang ditampilkan dalam debat publik. Kelimanya adalah Francois Fillon dari partai 'Les Republik', Marine Le Pen dari Front Nasional sayap kanan, calon sentris independen Emmanuel macron, Benoit Hamon dari Partai Sosialis yang berkuasa, dan pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon.

Terkait isu Uni Eropa dan kedauatan, Le Pen bersumpah bahwa dia tidak akan menjadi "tenaga penjual untuk kelompok multinasional".

"Saya ingin menjadi Presiden Republik Perancis, benar-benar. Saya tidak akan terlibat dalam wilayah samar-samar di Eropa," tekannya.

Ia juga menunjukkan bahwa kemerdekaan Perancis adalah nilai inti bagi banyak orang Perancis yang ingin mempertahankan nilai-nilai dan tradisi, namun tetap kompetitif.

Namun, Fillon menyatakan bahwa memegang referendum Frexit, sebagai pemimpin Front Nasional, akan menyeret negara itu ke dalam kekacauan sosial dan ekonomi.

Le Pen membalas bahwa di konservatif, telah terjadi kampanye di Eropa menyuarakan sikap yang sama terhadap Brexit, yang ia dicap "Proyek Takut".

Macron, yang pro-Uni Eropa, menolak gagasan Frexit, dengan alasan bahwa Brexit ternyata menjadi proses yang jauh lebih kacau dari apa yang diharapkan oleh pendukungnya.

"Semua orang yang mengatakan Brexit akan menjadi indah lari dan bersembunyi," kata Macron

Sementara di isu migrasi, Le Pen yang dikenal karena sikap keras atas migrasi, berbicara dalam mendukung penutupan perbatasan negara. Ia menunjukkan bahwa Perancis harus menangani masalah itu sendiri.

"Kita tidak bisa mengandalkan Yunani untuk menangani arus migran," sebutnya.

"Hentikan imigrasi, dan saya tidak akan membuat alasan untuk itu," ujarnya sambil menekankan bahwa situasi keamanan Perancis adalah "ledakan" dan langkah-langkah tambahan perlu diambil untuk mencegah imigrasi.

Mantan Menteri Perekonomian Macron yang merupakan rival sentris Le Pen berpendapat bahwa aliran migran tak berujung hanya dapat diselesaikan melalui kerjasama yang lebih dalam di Uni Eropa.
 
"Kami tidak melakukan cukup untuk mengkoordinasikan perlindungan perbatasan Eropa," kata Macron.

Ia menyerukan penumpukan pasukan keamanan dan penciptaan yang efektif pada kebijakan pengusiran di Perancis.

Topik lain yang hangat diperbincangkan di panggung debat adalah sekularisme Perancis sedang diserang.

Le Pen menyebut bahwa penggunaan burqini atau burqa bikini (pakaian renang tertutup yang digunakan wanita Muslimah) di pantai Perancis merupakan bukti kebangkitan Islam radikal di negara tersebut.

Dalam jajak pendapat pasca debat, Macron keluar sebagai sosok yang paling persuasif dalam debat pertama.

Dari 1.157 orang yang disurvei, 29 persen lebih mengatakan bahwa mereka suka macron, 20 persen memilih Melenchon, sedangkan Le Pen dan Fillon disukai oleh masing-masing 19 persen. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya