Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

AS Larang Penumpang Dari 8 Negara Bawa Laptop Dan Tablet Ke Pesawat

SELASA, 21 MARET 2017 | 13:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Amerika Serikat melarang perangkat elektronik seperti laptop dan tablet dari bagasi kabin pada penerbangan dari delapan negara Timur Tengah dan negara-negara Afrika Utara.

Dikabarkan BBC awal pekan ini bahwa langkah itu akan mempengaruhi setidaknya sembilan maskapai yang beroperasi dari 10 bandara.

Langkah itu diambil berdasarkan laporan intelijen yang dihimpun dari luar negeri soal keamanan.


Kementerian Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat sendiri masih belum meberikan keterangan ataupun komentar terkait hal ini.

Dilaporkan bahwa aturan ini akan mencakup semua perangkat elektronik besar seperti laptop, kamera tablet, pemutar DVD dan permainan elektronik.

Tapi ponsel dan smartphone masih akan diperbolehkan dalam barang di bagasi.

Februari lalu sebuah pesawat udara yang dioperasikan oleh operator yang berbasis di Dubai Daallo rusak oleh ledakan tak lama setelah lepas landas dari ibukota Somalia, Mogadishu.

Penyidik ​​mengatakan penumpang yang tersedot keluar dari pesawat itu telah membawa bom laptop. pilot berhasil mendaratkan dan diduga pembom adalah satu-satunya korban tewas.

Kelompok militan al-Shabab, yang terkait dengan al-Qaeda, mengklaim bahwa mereka bertanggung jawab atas serangan.

Belum jelas maskapai apa saja yang akan terkena imbas dan berapa lama aturan akan diberlakukan. Namun maskapai Royal Jordania awal pekan ini membuat postingan di Twitter bahwa pihaknya akan melawang penumpang membawa banyak benda elektronik ke kabin. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya