Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dengan Luka Lebam, Diplomat AS Angkat Kaki Dari Selandia Baru

MINGGU, 19 MARET 2017 | 20:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang diplomat Amerika Serikat dipaksa untuk meninggalkan Selandia Baru karena dituduh terlibat dalam insiden kriminal serius.

Pihak kepolisian Selandia Baru mengatakan bahwa mereka dipanggil pada Minggu dini hari pekan lalu di Lower Hutt di luar Wellington di mana Kedutaan AS berada.

Tidak jelas insiden apa terjadi, namun polisi mengatakan
diplomat AS tersebut meninggalkan tempat kejadian sebelum petugas tiba, dan tidak ada penangkapan yang dilakukan.

diplomat AS tersebut meninggalkan tempat kejadian sebelum petugas tiba, dan tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Pria itu dilindungi oleh kekebalan diplomatik. Kemudian polisi Selandia Baru meminta Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (MFAT) untuk membebaskan pada 13 Maret sehingga mereka bisa melanjutkan dengan penyelidikan.

Kementerian itu menyetujui permintaan tersebut karena diduga ada kejahatan serius.

Kementerian itu mengajukan banding ke kedutaan besar AS untuk mengesampingkan kekebalan diplomatik, tetapi pemerintah AS menolak, dan para pejabat Jumat MFAT meminta diplomat itu meninggalkan Selandia Baru dengan segera.

Menurut MFAT, diplomat asing di Selandia Baru memiliki kekebalan dari proses pidana, termasuk penyelidikan dan penuntutan. Namun, pemerintah Selandia Baru membuat jelas staf diplomatik asing harus mematuhi hukum dan harus membebaskan kekebalan jika ada dugaan kejahatan berat.

The Guardian mengabarkan bahwa diplomat itu bernama Colin White, atase teknis yang bekerja di kedutaan besar AS di Wellington bersama istrinya.

White mengalami patah di bagian hidung dan luka lebam di bagian mata. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya