Berita

Aksi unjuk rasa menentang penista di Pakistan/The Guardian

Dunia

Tweet Soal Hukuman Penista, BBC Asia Minta Maaf

MINGGU, 19 MARET 2017 | 20:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Media BBC Asia telah meminta maaf setelah melontarkan pertanyaanssoal "apa hukuman yang tepat untuk penista?" di akun Twitter resminya pekan lalu.

Pihak BBC mengklaim bahwa tweet dimaksudkan untuk mempromosikan perdebatan tentang tentang penistaan di media sosial di Pakistan dengan presenter Shazia Awan.

Dalam permintaan maaf, jaringan mengatakan tidak pernah dimaksudkan untuk menyiratkan bahwa penista harsu dihukum.


Perdebatan ini muncul pekan ini di tengah upaya Pakistan untuk meminta Facebook dan Twitter membantu mengidentifikasi warga Pakistan yang diduga menghujatdan menista sehingga bisa menuntut mereka atau mengejar ekstradisi mereka.

Di bawah undang-undang penghujatan negara, siapa pun ditemukan telah menghina Islam atau Nabi Muhammad dapat dijatuhi hukuman mati.

Menteri Dalam Negeri, Chaudhry Nisar Ali Khan, menyebut bahwa pihaknya sudah menemui dua perusahaan media sosial dalam upaya untuk mengidentifikasi warga Pakistan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, yang baru-baru ini berbagi materi yang dianggap menyinggung Islam.

Dia mengatakan pihak berwenang Pakistan telah mengidentifikasi 11 orang untuk ditanyai atas tuduhan penghujatan dan akan mencari ekstradisi siapa pun tinggal di luar negeri.

Tweet BBC memicu kemarahan di media sosial terutama dari aktivis HAM. Salah satunya adalah Maryam Namazie.

Ia menyebut bahwa kicauan itu memalukan. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya