Berita

Dunia

Gereja Anglikan Australia Malu Dengan Ribuan Pelecehan Seksual

JUMAT, 17 MARET 2017 | 19:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gereja Anglikan Australia telah menyatakan rasa malu yang mendalam atas atas pengungkapan pemerintah yang menunjukkan bahwa hampir 1.100 orang telah mengajukan keluhan soal kekerasan seksual terhadap anak yang dikaitkan dengan gereja.

"Kami sangat malu, baik dalam cara yang telah kita lakukan maupun cara yang tidak kita lakukan," kata Sekretaris Jenderal Gereja Anne Hywood selama sesi Komisi Royal ke Pelecehan Anak di Sydney.

"Ini memberitahu kita bahwa setiap proses yang kami punya di tempat tidak mencegah pelaku bekerja di Gereja kita, sebagai pendeta dan pemimpin awam dan, dalam peran yang paling dipercaya untuk merawat anak-anak kita, sebagai guru dan pekerja muda," tambah Hywood.


Dalam laporan itu diketahui bahwa keluhan yang diidentifikasi dilayangkan kepada 569 pendeta Anglikan, guru, dan relawan seperti yang dituduhkan pelaku. Ada juga 133 dugaan pelaku yang perannya di Gereja yang tidak diketahui.

Laporan itu mengatakan sebagian besar korban, yang telah mengajukan klaim kekerasan seksual anak terhadap Gereja selama periode 35-tahun, telah berusia sekitar 11 ketika mereka dilecehkan.

Penyelidikan yang ditunjuk pemerintah sebelumnya telah mendengar bahwa tujuh persen dari para imam Katolik yang bekerja di Australia antara tahun 1950 dan 2010 yang pedofil dituduh melakukan kejahatan seks anak.

Beberapa kasus yang melibatkan para imam predator yang ditempuh melalui jalur hukum.

Laporan komisi mengatakan 1.082 orang telah mengajukan keluhan antara tahun 1980 dan 2015 sekitar 1.115 dugaan insiden saat mereka berada di bawah asuhan Gereja Anglikan. Beberapa insiden terjadi pada tahun 1950. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya