Berita

Robert Kelly dan keluarganya/BBC

Dunia

Robert Kelly: Kesalahan Kecil Membuat Keluarga Saya Terkenal

RABU, 15 MARET 2017 | 13:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang akademisi Amerika yang menjadi sensasi di internet akhir pekan lalu, setelah wawancara Skype dengan BBC diganggu oleh dua anaknya, kembali muncul dalam wawancara video.

Ia adalah Robert Kelly, profesor ilmu politik di Universitas Nasional Pusan. Akhir pekan lalu ia diwawancara oleh BBC secara langsung melalui sambungan video untuk membahas soal pelengseran Park Geun Hye dari kursi presiden Korea Selatan.

Pembahasan yang serius tiba-tiba diganggu oleh seorang anak perempuan yang masuk ke kamar Kelly sambil menari dan disusul adiknya yang masih balita dengan menggunakan alat jalan untuk bayi.


Tak lama setelah itu, istri Kelly, Jung-a Kim segera masuk ke kamar dan membawa keluar kedua anaknya dengan wajah panik.

Cuplikan gangguan dalam wawancara itu pun banyak di bahas di sejumlah media sosial.

Dalam wawancara terbaru BBC dengan Kelly pasca gangguan itu, ia mengaku tak menyangka kesalahan itu akan membuat keluarganya terkenal.

"Kami khawatir sebenarnya bahwa BBC tidak akan menghubungi kami lagi. Itu adalah respon pertama kami, malu," kata Kelly dalam wawancara video, kali ini dengan istri dan kedua anaknya.

Kelly menambahkan bahwa pada hari itu, sang anak pertama baru merayakan ulang tahunnya di TK. Karena itulah suasana hatinya sedang senang.

Video tersebut sempat memancing stereotip dan isu rasisme karena banyak netizen yang mengira bahwa wanita dalam video itu adalah pengasuh. Padahal ia adalah istri dari Kelly. Kesalahpahaman itu banyak dikaitkan dengan identitas sang wanita yang merupakan warga Korea dengan wajah asia yang kental.

Namun menanggapi hal tersebut, sang istri mengaku tidak ambil pusing.

"Saya berharap orang-orang hanya menikmati dan tidak berdebat soal hal ini," kata Jung.

'Saya bukan pengasuh, itu adalah kebenaran, jadi saya berharap mereka berhenti berdebat," tambahnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya