Berita

Donald Trump/Net

Dunia

Kelompok HAM AS Kecam Revisi Larangan Perjalanan Trump

SELASA, 07 MARET 2017 | 18:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Revisi larangan perjalanan yang dibuat oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu kritik dari sejumlah kelompok hak sipil dan Muslim Amerika Serikat.

Kecaman bermunculan tak lama setelah Trump awal pekan ini menandatangani perintah yang direvisi sejak pertama kali dibuat Januari lalu.

Dalam revisi perintah itu, Amerika Serikat akan mempertahankan larangan masuk selama 90 hari pada warga Iran, Libya, Suriah, Somalia, Sudan, dan Yaman.


Kelompok-kelompok HAM menyebut tindakan itu diskriminatif dan inkonstitusional.

American Civil Liberties Union mengatakan ada sekitar 12 tuntutan hukum di pengadilan di seluruh negara yang menentang perintah eksekutif Trump.

"Satu-satunya cara untuk benar-benar memperbaiki larangan Muslim adalah tidak memiliki larangan Muslim," kata Omar Jadwat, Direktur kelompok hak-hak sipil dalam sebuah pernyataan.

Kelompok HAM lainnya seperti Human Rights Watch, Aliansi Interfaith, Amerika Farm Workers of America, dan Koalisi Imigrasi New York juga menyuarakan hal yang sama.

Human Right Watch menyebut bahwa revisi hanya sebatas kosmetik.

"Presiden Trump nampaknya masih percaya Anda dapat menentukan siapa teroris dengan mengetahui dari negara mana seorang pria, wanita atau anak," kata HRW dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya