Berita

Dunia

Diet Mediterania Bisa Kurangi Resiko Kanker Payudara

SENIN, 06 MARET 2017 | 15:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mengikuti diet mediterania ternyata dapat membantu mengurangi resiko tertularnya salah satu jenis terburuk dari kanker payudara sebesar 40 persen.

Menurut sebuah studi terbaru untuk World Cancer Research Fund baru-baru ini, diet Mediterania yang kaya akan minyak zaitun, ikan, buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran dan biji-bijian ternyata memiliki manfaat yang sangat baik.

Selain mengurangi resiko kanker payudara, diet jenis tersebut juga bisa mengurangi resiko stroke dan penyakit jantung.


Menurut studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini, diet Mediterania bisa juga secara signifikan mengurangi kemungkinan wanita mendapatkan estrogen-reseptor-negatif kanker payudara (ER-negatif), bentuk penyakit menopause yang tidak dapat diobati dengan terapi hormon.

"Penelitian kami dapat membantu untuk menyinari bagaimana pola diet dapat mempengaruhi risiko kanker," kata peneliti utama Prof. Piet van den Brandt dari Maastrich University.

"Kami menemukan hubungan yang kuat antara diet Mediterania dan mengurangi risiko kanker payudara estrogen-reseptor-negatif di kalangan perempuan pasca menopause, bahkan dalam populasi non-Mediterania. Jenis kanker payudara biasanya memiliki prognosis yang lebih buruk daripada jenis lain dari kanker payudara," tambahnya.

Para peneliti memeriksa 62.573 wanita berusia 55-69 selama lebih dari dua dekade. Mereka semua peserta di Studi Cohort Belanda yang meneliti diet dan kanker. Penelitian dimulai pada tahun 1986.

Mereka melacak diet yang dilakukan wanita-wanita tersebut untuk melihat seberapa dekat mereka mengikuti pola Mediterania, yang juga memiliki asupan rendah daging merah, permen dan biji-bijian olahan seperti putih roti atau nasi putih.

Dari perempuan yang termasuk dalam studi ini, 3.354 mengidap kanker payudara, tetapi 1.033 kasus tidak dimasukkan dalam analisis karena wanita tersebut memiliki riwayat kanker payudara dan/atau memiliki data diet lengkap atau tidak konsisten.

Para peneliti menyimpulkan bahwa, dengan asumsi kausalitas, wanita yang mengikuti diet Mediterania, sekitar sepertiga (32,4%) dari kasus kanker payudara ER-negatif dan 2,3% dari semua kasus kanker payudara dapat dihindari. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya