Berita

Aksi demo soal imigran di Amerika Serikat/BBC

Dunia

Keluarga Afghanistan Pemegang Visa Khusus Ditahan, Pengacara AS Buat Petisi

SENIN, 06 MARET 2017 | 13:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah pengacara di Amerika Serikat membuat petisi untuk mendesak pembebasan keluarga Afghanistan yang ditahan oleh pihak imigrasi Amerika Serikat kendati mereka mengantongi visa yang sah.

Sepasang suami istri dan tiga anaknya asal Afghanistan diamankan tak lama setelahtiba di Bandara Internasional Los Angeles pekan lalu. Mereka memiliki visa imigran khusus.

Sang kepala keluarga kemudian diamankan di penjara berkeamanan maksimal di California. Sedangkan sang istri dan tiga anaknya yang masih berusa tujuh tahun, enam tahun dan delapan bulan mulanya juga ditempatkan di lokasi yang sama sebelum akhirnya dipindahkan ke hotel di Los Angeles.


Visa imigran spesial yang mereka kantongi sendiri diketahui dibuat oleh Kongres Amerika Serikat bagi warga negara di Irak dan Afghanistan yang layak mendapat jaminan karena telah membantu kinerja militer Amerika Serikat.

Visa khusus itu diberikan kepada supir, penerjemah dan sejumlah pekerjaan lainnya yang membantu kera militer Amerika Serikat di Irak dan Afghanistan.

Belum diketahui dengan pasti apa alasan penangkapan tersebut, namun sejumlah pengacara geram dengan tindakan tersebut, mengingat, Afghanistan bukan satu dari tujuh negara yang warga negaranya dilarang masuk oleh keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trum awal tahun ini.

Petisi itu dibuat untuk mendesak pembebasan keluarga Afghanistan tersebut. Petisi yang dibuat di California itu juga menyebut bahwa keluarga tersebut diamankan tanpa adanya akses ke antuan hukum lainnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya