Berita

Erdogan/Al Jazeera

Dunia

Erdogan: Jerman Hidupkan Kembali Nazisme

SENIN, 06 MARET 2017 | 13:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut bahwa Jerman menghidupkan kembali Nazisme setelah Berlin membatalkan sejumlah aksi dan rapat umum politik Turki di negara tersebut.

Dikabarkan Al Jazeera bahwa Erdogan akhir pekan kemarin mrngktitik Jerman karena memblokir beberapa aksi dan kegiatan yang berkaitan dengan pemerintah Turki dan menyebutnya membantu serta menyembuyikan teror karena memungkinkan para pemimpin Kurdi menggelar pertemuan umum reguler di Jerman.

"Praktek Anda tidak berbeda dari praktek Nazi di masa lalu," kata Erdogan.


"Saya pikir itu sudah lama sejak Jerman meninggalkan (praktik Nazi). Kami ternyata keliru," sambungnya.

Diketahui bahwa Turki telah memanggil duta besar Jerman di ankara untuk mengajukan protes setelah otoritas lokal di Jerman membatalkan sejumlah penampilan publik Menter-menteri Turki di Jerman dengan mengutip alasan keamanan.

Di kota Jerman barat daya Gaggenau pembicaraan dengan Bekir Bozdag, Menteri Kehakiman Turki. Pihak berwenang di Cologne juga menarik izin untuk aksi unjuk rasa di mana Nihat Zeybekci, menteri ekonomi Turki dijadwalkan akan berbicara.

Pembatalan telah membuat marah pemerintah Turki, yang telah menuduh Jerman bekerja melawan kampanye "Ya" dalam referendum.

Untuk diketahui bahwa pada tanggal 16 april mendatang, Turki akan mengadakan referendum yang bertujuan untuk menghapuskan kantor Perdana Menteri dan memberikan kekuasaan lebih pada eksekutif sebagai suatu kehormatan untuk posisi saat seremonial presiden.

Kanselir Jerman Angela Merkel menolak tuduhan Turki dan menjelaskan bahwa keputusan itu diambil oleh pemerintah kota, dan sebagai masalah prinsip, kita menerapkan kebebasan berekspresi di Jerman. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya