Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Yordania Eksekusi Massal 15 Orang, Kelompok HAM Geram

MINGGU, 05 MARET 2017 | 13:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok HAM Amnesty International mengecam tindakan eksekusi massal yang dilakukan terhadap 15 orang di Yordania akhir pekan ini.

Eksekusi yang dilakukan dengan cara digantung itu dilakukan secara diam-diam tanpa adanya keterbukaan kepada publik.

"Skala eksekusi massal hari ini mengejutkan dan tu adalah langkah kemunduran besar pada perlindungan hak asasi manusia di Yordania," kata Samah Hadid, wakil direktur kantor regional Amnesty International di Beirut.


Sepuluh dari 15 orang yang dieksekusi pada hari Sabtu telah dihukum atas tuduhan terorisme mulai dari serangan satu dekade yang lalu pada wisatawan Barat hingga pembunuhan dari seorang penulis.

Itu adalah jumlah terbesar dari eksekusi dalam satu hari dalam sejarah Yordania.

Juru bicara pemerintah Mohammad al Momani mengatakan bahwa mereka yang dieksekusi termasuk satu orang yang dihukum karena serangan tahun lalu di sebuah kompleks intelijen di dekat sebuah kamp Palestina yang menewaskan lima personel keamanan.

Lima orang lainnya terlibat dalam serangan oleh pasukan keamanan di tempat persembunyian oleh tersangka militan ISIS di kota Irbid. Sisanya terkait dengan insiden terpisah dan paling lama terkait kasus yang terjadi pada tahun 2003.

Setidaknya seratus tahanan telah dihukum mati dalam beberapa tahun terakhir, banyak atas tuduhan terkait dengan keanggotaan kelompok-kelompok militan.

Sarah Leah Whitson, direktur Timur Tengah di Human Rights Watch, mengatakan dalam sebuah pernyataan hukuman mati tidak efektif mencegah karena lonjakan serangan militan sejak tahun lalu.

"Apapun citra kekuatan yang ingin Jordan proyeksikan, hukuman mati tidak akan menghalangi serangan teror dan pembunuhan, atau membuat warga Yordania menjadi lebih aman," kata Whitson. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya