Berita

Dunia

Pasca Penembakan Pekerta IT India, Kuil Ini Sepi Pendoa

JUMAT, 03 MARET 2017 | 14:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kasus penembakan seorang warga negara India yang bekerja sebagai profesional di bidang IT di Amerika Serikat pekan memicu kekhawatiran bagi para pekerja IT lainnya dari India.

Pekerja profesional di bidang IT dan komputer asal India mengaku khawatir akan keselamatan mereka pasca kasus pembunuhan Srinivas Kuchibhotla di Amerika Serikat.

Ia dan seorang pria India lainnya diketahui tengah minum di sebuah bar di Kansas pekan lalu katika ditembak oleh seorang pria yang dilaporkan berteriak "keluar dari negara saya" saat melepaskan tembakan.


Penembakan itu menjadi sorotan mengingat munculnya kembali isu rasisme.

Salah satu bentuk kekhawatiran terlihat di sebuah kuil di wilayah Hyderabad India yang dikenal sebagai pusat IT India.

Kuil Chilkur Balaji di pinggiran kota dikenal oleh masyarakat lokal sebagai kuil "visa". Pasalnya, banyak orang yang memanjatkan doa di kuil tersebut dan berharap untuk bisa melakukan perjalanan ke Amerika Serikat sebelum mengajukan permohonan visa Amerika Serikat.

Banyak dari mereka yang berdoa meminta kemudahan dalam pengajuan visa Amerika Serikat lolos.

Namun pasca kasus penembakan tersebut, terjadi penurunan yang cukup signifikan dari para pendoa di kuil tersebut.

"Kami mulai berdoa untuk keamanan mereka dan berdoa agar pemikiran Donald Trump soal India akan berubah karena anak-anak kira merupakan pekerja profesional," kata imam kuil CS Rangarajan.

Pernyataan tersebut merujuk pada aturan baru di Amerika Serikat yang bertujuan untuk membatasi masuknya pekerja profesional termasuk dari India.

Diketahui bahwa hampir 70 persen visa pekerja profesional IT Amerika Serikat dibeirkan kepada India. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya