Berita

Guntur Romli/net

Politik

Guntur Romli: Ahok Sadar Perbuatannya Tidak Terpuji

SABTU, 04 FEBRUARI 2017 | 10:40 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Anggota Bidang Kampanye dan Sosialisasi Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Guntur Romli, mewakili kubunya meminta maaf atas insiden yang menimpa Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga pimpinan tertinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Maruf Amin.

Guntur mengaku, sejak Ahok memperlakukan KH Maruf Amin dengan tidak baik di persidangannya pada Selasa lalu (31/1), ia langsung mendorong agar segera ada permintaan maaf.

"Saya pribadi dan timses Ahok-Djarot sangat menyesalkan kejadian ini yang menimpa KH Maruf Amin. Kami dari timses dan saya pribadi menyesalkan dan sangat mendorong permintaan maaf sejak hari Rabu," kata dia dalam diskusi yang digelar salah satu stasiun radio swasta, di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (4/2).


Menurutnya, saat ini kasus itu sudah menemui titik terang karena sudah ada permintaan maaf dari Ahok dan diterima dengan baik oleh KH Maruf Amin. Namun dia tidak bisa memastikan kapan bakal dilakukan pertemuan antara dua orang itu.

"Ini kan menunggu kesediaan Kiai Maruf walaupun yang saya dengar beliau bersedia habis Pilkada," ucapnya.
 
Guntur mengaku, sebagai orang yang telah berstatus santri NU sejak sebelum masuk dalam Timses Ahok-Djarot, ia mengetahui bagaimana menghormati seorang Kiai.

"Penting bagi santri dan nahdliyin, harus memiliki takzim dan penghormatan terhadap kiai. Di luar persidangan, (tindakan Ahok) sudah diaggap sebagai hal tidak terpuji. Pak Ahok juga sadar. Ini bukan soal elektabilitas atau politik, tapi ini soal persepsi bahwa penghormatan kepada Kiai adalah mutlak di kalangan santri dan nahdliyin," jelasnya. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya