Berita

Heriandi Lim/net

Politik

PKB Jakarta: Warga Jakarta Sudah Risih, Ahok Harus Introspeksi

KAMIS, 02 FEBRUARI 2017 | 14:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta berharap Cagub Jakarta (incumbent), Basuki Purnama alias Ahok, lebih bisa menjaga sikap dan perkataannya agar tidak terus menimbulkan ketegangan sosial.

Kontroversi terbaru yang diciptakan Ahok terjadi dalam persidangan kasusnya pada Selasa lalu (31/1). Terdakwa dugaan penistaan agama Islam itu dianggap menyudutkan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H Ma'ruf Amin, yang dihadirkan jaksa penuntut umum sebagai ahli.

Ahok menganggap kesaksian Ma'ruf tidak obyektif dan memberatkannya. Ia juga menilai Ma'ruf memiliki kedekatan khusus dengan rivalnya di Pilkada Jakarta, Agus Yudhoyono Harimurti.


Belakangan, sikap Ahok dianggap tidak santun terhadap seorang kiai yang dihormati umat Islam Indonesia, khususnya warga Nahdlatul Ulama. Ma'ruf Amin adalah Rais Am (Ketua Dewan Penasihat) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Bagi Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim, insiden itu seharusnya tidak terjadi. Kini, setelah Ahok meminta maaf dan dimaafkan oleh K.H Ma'ruf Amin, maka Ahok mesti lebih memperbaiki sikapnya.

"Jangan energi warga Jakarta habis untuk persoalan yang tidak bermanfaat ini. Saya harap Bapak Ahok juga harus selalu berusaha introspeksi untuk menjaga tutur katanya. Warga DKI sudah mulai risih dengan gaya bicara yang selalu bisa menimbulkan suasana panas politik," kata Heriandi.

Politikus muda keturunan Tionghoa ini juga mengatakan, PKB sebagai partai terbesar yang lahir dari rahim NU tentu mau memaafkan sikap Ahok. Apalagi, K.H Ma'ruf Amin sendiri sudah memaafkan Ahok.

"PKB memaafkan dan memaklumi Ahok kesekian kaliya untuk kekhilafannya." ujar Heriandi.

Ditegaskannya, DPW PKB DKI Jakarta berharap Pilkada berlangsung damai dan sejuk. Tidak boleh ada persoalan politik yang merusak keharmonisan sesama warga Jakarta.

"Semua harus benar-benar menjaga situasi politik Jakarta untuk lebih sejuk dan stabil, agar kerja Pemprov DKI bisa lebih fokus untuk pelayanan rakyat DKI.," tutup Heriandi. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Yang Rada Gila

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23

KPK Wanti-wanti Bantuan Korban Gempa NTT Jangan Dikorupsi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:17

Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.090 Triliun di Triwulan II 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:10

Putin dan Prabowo Bakal Gelar Pertemuan di Vladivostok Awal September

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:09

Pembukaan Rapat Paripurna Diawali Ucapan Duka Cita untuk Korban Gempa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:06

Menanti Nasib Investasi INA-SRF Usai Menang Gugatan Lawan Kimia Farma

Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:02

Penangguhan Penahanan Asrul Azis Taba Ditolak

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:56

BPK Dorong Tata Kelola Kementerian Hukum Naik Kelas

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:46

Kelahiran Anak Gajah Sumatera di Padang Sugihan Jadi Kado Istimewa HUT RI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:40

Pelemahan Rupiah Bisa Tekan Subsidi hingga Inflasi

Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:34

Selengkapnya