. Calon Gubernur Bangka Belitung (Babel) nomor urut 1, Yusron Izha, meminta semua pihak menghargai prosedur dalam pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung di provinsi kaya sumber daya alam itu.
Menurutnya, menentukan pemimpin terbaik pasti harus melewati prosedur yang baik pula. Ia mengimbau kepada seluruh pasangan calon (paslon), termasuk kepada kubunya sendiri, agar melaksanakan proses Pilkada Babel yang bersih dari politik uang.
"Yuk, kita jaga dan jangan cederai proses Pilgub ini. Untuk mendapatkan pemimpin yang baik dan benar, maka prosedur pemilihan juga harus dilakukan baik dan benar," ujar Yusron kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Yusron menjelaskan bahwa proses Pilkada merupakan bagian dari pendidikan politik kepada masyarakat. Karena itulah peserta Pilgub Babel 2017 mesti memberikan pendidikan politik yang benar kepada masyarakat Babel.
"Biarlah kita buat masyarakat Babel menjadi cerdas, bukankah tugas pemimpin untuk mendidik masyarakat itu?"ujar adik dari pakar tata negara, Yusril Ihza Mahendra, itu.
Sebelumnya ada desakan kepada Panwaslu Belitung dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) agar tegas dalam menyelesaikan temuan dugaan money politic yang dilakukan tim pemanangan dari salah satu pasangan calon Pilkada Babel. Yang menemukan dugaan pelanggaran itu adalah Panitia Pengawas Lapangan (PPL) di Lapangan Tugu Air Sijuk pada 24 Januari 2017 lalu.
Ditekankan Yusron, Pilgub Babel bukan proses yang sembarangan, melainkan telah diatur dalam UU. Di Pilgub ada aturan-aturan dan aparat-aparat penegak aturan itu, seperti Panwas, kepolisian, kejaksaan atau Gakkumdu. Sebagai salah satu kandidat dalam Pilkada, Yusron berharap temuan dugaan pelanggaran itu ditindaklanjuti dengan baik.
" Jangan sampai yang salah dibilang benar, dan jangan pula yang benar dibilang salah. Ya, standar saja yang harus kita lakukan, karena yang utama itu kita harus mendidik masyarakat, intinya itu,"jelas pria yang baru saja mengundurkan diri dari jabatan Dubes RI untuk Jepang ini.
Ketua Panwaslu Belitung, Jookie Vebriansyah, dalam keterangan pers yang diterima
Radar Bangka, menyatakan, perkara tersebut bermula dari kampanye dialogis di lapangan tugu perjuangan Aik Sijuk (Selasa, 24/1). Ditemukan pembagian uang kepada sekitar 150 orang anak yatim piatu yang dikoordinir oleh para Kordes Relawan yang ada di kecamatan Sijuk.
"Kami sudah melakukan klarifikasi kepada saksi, yaitu saudara Bastian, sudah mengakui memang ada pembagian uang dalam amplop sebesar 50 ribu yang ditujukan untuk 150 orang yang berasal dari berbagai desa kecamatan Sijuk. Namun, pada saat acara kampanye tidak semua dibagikan di lokasi, hanya beberapa perwakilan saja," ujar Jookie, Kamis (26/1).
[ald]