Berita

Katy Perry/Net

Blitz

Katy Perry, Bela Muslim Amerika

RABU, 18 JANUARI 2017 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Isu SARA yang tak pernah habis. Gelisah itu pula yang dirasakan penyanyi Katy Perry. Belakangan peduli soal sosial, dia juga jadi salah satu seleb muda yang melek politik. Per­juangan menyuarakan aspirasi belum berakhir dilakukan Perry meski calon presiden jagoan­nya, Hillary Clinton kalah dari Donald Trump.

Pelantun Roar itu memilih membiayai pembuatan sebuah video yang berisi tentang pe­nentangan terhadap pembuatan database mengenai muslim di Amerika, sebagai bentuk aksi menyuarakan aspirasinya kali ini.

Pendataan penduduk mus­lim ini, adalah salah satu janji kampanye Trump yang kontro­versial, karena membatasi dan memantau imigran muslim di Negeri Paman Sam tersebut. Perry memang kontra dengan pengusaha tajir itu.


Video pendek dengan judul Is History Repeating Itself, dibagikan gratis kepada ne­tizen lewat tagar #DontNor­malizeHate. Video tersebut memperlihatkan kesamaan antara gagasan Trump dan pemenjaraan massal terh­adap warga negara Amerika yang berasal dari Jepang pada Perang Dunia II.

Rekaman itu dibuka dengan seorang wanita tua yang mem­perkenalkan dirinya sebagai Hary Kuromiya. Ia bercerita bahwa di tahun 1942, ayahnya ditangkap oleh FBI, sementara keluarganya dipaksa untuk naik kereta menuju tempat mereka dipenjara.

"Ini bermula dari ketakutan dan rumor, dan berkembang menjadi pendataan warga Amerika dari Jepang. Lalu dimulailah pemasangan label nama, dan akhirnya, pemenja­raan," ujarnya.

Di akhir video, perempuan itu melepas wajahnya, yang ternyata merupakan makeup prostetik, dan memperlihatkan wajah Hina Khan, aktris mus­lim keturunan Pakistan. Wanita ini menatap tajam ke kamera dan berkata, "Jangan biarkan sejarah terulang kembali."

Aya Tanimura, sang sutra­dara menyebut Perry sebagai donator besar dalam pembua­tan video aspirasi itu.

"Perry selalu menjadi pen­dukung mereka yang tertindas, minoritas, dan orang-orang yang dipinggirkan. Dia makin terlibat dalam politik selama beberapa periode terakhir," jelas Tanimura.

Dia menambahkan, sep­erti banyak penduduk Amerika Serikat lain, merasa ketakutan dengan gagasan yang dibuat Trump. "Dan ini adalah salah satu cara Perry untuk mengedu­kasi orang, walau hanya satu orang, bahwa kengerian di masa lalu bisa berulang kem­bali," tandasnya.

Kekasih Orlando Bloom itu juga rencananya akan meng­hadiri pawai perempuan pada hari pertama pemerintahan Trump. Niatnya agar suara perempuan didengar dalam bernegara. Pawai itu juga akan diikuti oleh artis lain seperti, Scarlett Johansson, Amy Schumer, Chelsea Handler, Debra Messing, Frances Mc Dormand dan Julianne Moore. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya