Berita

Foto: Puspen TNI

Pertahanan

Bertemu Dubes RI Untuk Kenya, Dansatgas Konga Curhat Banyak Alat Rusak Berat

RABU, 14 SEPTEMBER 2016 | 07:15 WIB | LAPORAN:

  Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) di Kenya, Soehardjono Sastromihardjo beserta istri, Theresia Sastromihardjo, beberapa waktu lalu berkunjung ke Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-M/Monusco (Mission de L’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo) di Republik Demokratik Kongo.
 
Dalam kesempatan tersebut, Soehardjono memberikan arahan dan motivasi kepada perwakilan anggota Satgas agar selalu berbuat terbaik selama penugasan serta mencegah pelanggaran dalam bentuk apapun. Ia juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi anggota Satgas Kongo dalam rangkaian upacara 17 Agustus 2016, di Nairobi.
 
Menurutnya, perayaan Hari Kemerdekaan waktu itu yang paling meriah selama ini.


"Diharapkan ke depan, pelibatan pasukan perdamaian dalam upacara 17 Agustus di wilayah yang menjadi tanggung jawab Kedubes RI di Kenya, dapat dijadikan tradisi," ucapnya.
 
Di sela-sela acara ramah tamah dengan perwakilan anggota Satgas Kizi TNI, Dubes RI menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas prestasi yang telah diraih selama penugasan di Kongo. Beberapa permasalahan dalam penugasan PBB menjadi atensinya saat berdiskusi dengan Dansatgas Konga XX-M/Monusco, Letkol Czi Sriyanto.

Beberapa permasalahan yang dibahas Dubes RI untuk Kenya dengan Dansatgas Konga itu meliputi perlunya Amandemen MoU antara pemerintah RI dengan PBB, guna mendapatkan reimbursement personel dan materiil secara proporsional dengan tuntutan tugas dan kinerja yang selama ini dilaksanakan.
 
Letkol Czi Sriyanto menyarankan perubahan mekanisme dukungan bekal ulang dan spareparts, agar lebih tepat guna, tepat waktu dan efisien dalam mendukung operasional Satgas di Kongo.

"Salah satu mekanisme dukungan yang dapat dijadikan pertimbangan adalah Kontingen Engineering Nepal, di mana negara memberikan kewenangan kepada Dansatgasnya untuk melaksanakan pembelian spareparts secara langsung di daerah operasi dan atau negara terdekat," terangnya.
 
Menurut Dansatgas Konga, sejak diterapkannya mekanisme tersebut lima tahun terakhir, terbukti sangat efisien dan efektif. Besarnya biaya pengiriman dapat dieliminasi. Selain itu, kata dia, Satgas Nepal dapat membeli kebutuhan bekal ulang atau spareparts yang memang benar-benar diperlukan saat itu.

Lebih lanjut Letkol Czi Sriyanto menuturkan bahwa proses disposal alat-alat Satgas Garuda yang sudah rusak berat juga menjadi bahasan dalam kunjungan ini. Kontingen Engineering Garuda memulai misinya di Kongo sejak tahun 2003. Dalam kurun waktu 13 tahun terdapat banyak alat yang rusak berat dan tidak bisa dihilangkan begitu saja karena masuk dalam pendataan alat negara di luar negeri.
 
Menurutnya, proses disposal yang sudah diajukan sejak lama dinilai penting karena apabila alat-alat rusak tersebut dibiarkan, maka akan menjadi PR tersendiri jika terjadi perpindahan misi atau bahkan penutupan misi di Kongo. Biaya mobilisasi untuk alat-alat yang sudah rusak berat atau yang sudah menjadi rongsokan menjadi tanggung jawab negara pengirim.

"Tentunya hal ini akan sangat merugikan bagi pemerintah Indonesia," jelasnya.
 
Hal lain yang dibahas adalah kemungkinan adanya kegiatan promosi dan sosialisasi produk-produk Indonesia yang dapat dipasarkan dalam penugasan di Kongo, melalui Koperasi UN/PX, anggota Satgas dan kegiatan sosial lainnya.
 
Di akhir kunjungannya, Soehardjono mengundang Satgas Kizi TNI Konga XX-M/Monusco dalam acara resepsi Diplomatik Kemerdekaan Indonesia yang akan dilaksanakan bulan Oktober di Nairobi-Kenya. Dalam acara resepsi diplomatik ini, para peacekeepers diminta untuk menampilkan prosesi militer, peragaan bela diri militer dan tarian tradisional Indonesia.[wid]
 


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya