Berita

luhut/net

Pertahanan

Pemerintah Terus Identifikasi Penyandera Tujuh WNI

MINGGU, 26 JUNI 2016 | 22:07 WIB | LAPORAN:

Pemerintah menyatakan masih melakukan identifikasi terhadap kelompok yang melakukan penyanderaan tujuh warga negara Indonesia (WNI) di perairan Natuna.

"Sedang kami pelajari. Nanti kita lihat hari Selasa mungkin sudah dapat jawaban-jawaban permulaan kemungkinan opsi yang akan kami ambil," jelas Menko Polhukam Luhut Pandjaitan di sela peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2016 di Kota Tua, Jakarta, Minggu (26/6).

Menurutnya, crisis center untuk mencari informasi berkaitan penyanderaan WNI telah kembali dibuka oleh pemerintah. Crisis center nantinya akan menelusuri keterkaitan penyanderaan yang terjadi kemarin dengan yang pernah dilakukan kelompok sipil bersenjata Abu Sayyaf di Filipina beberapa waktu lalu.


Luhut mengakui jika rencana patroli di kawasan perairan yang berbatasan antara Indonesia dan Filipina hingga kini belum dijalankan.

"Ya, itu memang belum jalan. Dan yang disebutkan Panglima TNI memang belum semua pihak melaksanakan itu," ujarnya. [wah] 

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya