Berita

ilustrasi/net

Pertahanan

PENEMBAKAN SIYONO

Din Syamsuddin Minta Densus 88 Dievaluasi

SENIN, 04 APRIL 2016 | 22:38 WIB | LAPORAN:

Kasus kematian Siyono, terduga teroris ditangan Densus 88 mendapat kecaman dari banyak pihak. Aparat Densus 88 dianggap paling bertanggung jawab atas apa yang menimpa Siyono.

Tokoh lintas agama, yang juga mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin mengecam tindakan Densus 88 yang dianggapnya terlalu berlebihan dan tidak mencerminkan penegak hukum yang memiliki profesionalisme dalam menegakkan hukum.

"Saya sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Pak Mahfud MD, Densus 88 bukan malaikat pencabut nyawa," kata Din di Jakarta, (Senin, 4/4).


Dia menyesalkan tindakan Densus 88, yang disebutnya begitu mudah seorang yang baru terduga teroris, tercabut nyawanya di tangan pasukan elite ini.

"Densus 88 sangat jelas melakukan pelanggaran HAM dan tidak menunjukkan profesionalitas," imbuhnya.

Din menilai, penegakkan hukum yang dilakukan Densus 88 sudah tidak benar. Penjelasan yang diberikan oleh Mabes Polri dianggapnya sebagai sebuah penjelasan yang irasional dan tidak logis, karena mengatakan Siyono berusaha hendak melarikan diri.

Kalau proses pemeriksaan profesional dan menegakkan HAM, Siyono dikatakan Din tidak akan mati di tangan penegak hukum.

"Kalau alasannya mau melepaskan diri, ya kenapa borgolnya dilepas, kenapa tidak dijaga ketat,  ini merusak otak akal sehat kita, masyarakat bisa menilai," kata Din.

Untuk itu, dia mendorong dilakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap Densus 88 yang kinerjanya justru lebih memancing "pertempuran" dengan teroris, bukan mengatasi teroris agar tidak bertindak radikal lagi.
Tindakan-tindakan Densus tersebut dinilai Din akan memancing reaksi dari gerakan-gerakan radikal lainnya untuk terus berbuat melawan Negara. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya