Berita

santoso/net

Pertahanan

OPERASI TINOMBALA

Tidak Masuk Akal 3.000 Personel TNI-Polri Dipecundangi 31 Orang Kelompok Santoso

SENIN, 04 APRIL 2016 | 10:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemerintahan Presiden Jokowi harus bersikap tegas memberikan batas waktu kepada Polri agar bisa segera menangkap tokoh teroris Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah.

Sebab, upaya penangkapan Santoso sepertinya sudah tidak masuk akal lagi. Aparat
keamanan sepertinya sudah dipermainkan Santoso, terutama dengan gambar-gambar yang diunggah Santoso Cs di media sosial di saat TNI-Polri kesulitan untuk menangkapnya.

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (4/4).

Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane dalam keterangannya kepada redaksi, Senin (4/4).

IPW menilai, perburuan Santoso sangat tidak masuk akal karena begitu banyaknya aparat yang terlibat dan begitu  panjangnya waktu yang dibutuhkan, tapi Santoso tak kunjung tertangkap.

Saat ini kekuatan personel Satgas Operasi Tinombala untuk memburu Santoso sebanyak 3.000 orang, yakni terdiri dari TNI 1.800 personel dan Polri 1.200 personel. Semua personil yang terlibat sangat terlatih.

"Pasukan sudah terlibat dalam Operasi Tinombala sejak 9 Januari 2016 hingga sekarang. Tapi Santoso tak kunjung tertangkap. Padahal jumlah pasukan Santoso hanya 31 orang dengan senjata seadanya," kata Neta.

Jelas Neta, bagaimana pun fakta ini harus dipertanyakan dan dievaluasi agar kredibilitas TNI-Polri tidak diragukan. Apakah ke-3.000 personil TNI-Polri yang sangat terlatih itu berhasil dipecundangi Santoso Cs, atau kasus ini menunjukkan bahwa sesungguhnya aparatur keamanan Indonesia sangat tidak terlatih, sehingga gampang dipecundangi Santoso.

"Kasus Santoso sekaligus menunjukkan betapa lemahnya intelijen aparatur keamanan negeri ini sehingga 3.000 personilnya tidak berdaya menghadapi 31 pasukan Santoso, yang tiga di antaranya WNA," ungkapnya.

Namun, tambah Neta, patut dipertanyakan pula, apakah keberadaan Santoso sengaja dibiarkan untuk sebuah proyek latihan atau proyek keamanan? Tentunya,
proyek untuk menangkap Santoso yang melibatkan banyak personil ini
jumlah anggarannya tidak sedikit.

"Untuk itu Komisi III DPR perlu mempertanyakan, berapa besar anggaran dalam operasi penangkapan Santoso dan kenapa tak kunjung tertangkap. Terakhir, DPR dan pemerintahan Jokowi perlu memberi batas waktu, sampai kapan Polri bisa menangkap Santoso,sehingga Polri tidak terus menerus dipermalukan oleh foto-foto selfie para teroris tersebut yang muncul di media sosial," tukasnya. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya