Berita

kampanye melawan zika/net

Dunia

Zika Makin Mengkhawatirkan, WHO Bikin Komite Darurat

JUMAT, 29 JANUARI 2016 | 15:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) membentuk komite darurat untuk membahas ledakan penyebaran virus Zika yang meresahkan pada saat ini, terutama di kawasan Amerika Latin.

"Tahun lalu penyakit itu terdeteksi di Amerika di mana ia menyebar," kata direktur umum WHO Margaret Chan di Jenewa.

Ia menyuarakan kekhawatiran lembaganya karena saat ini virus telah terdeteksi di 23 negara di benua Amerika. Virus yang menular lewat gigitan nyamuk itu berpotensi menyebabkan kelahiran bayi dengan kondisi abnormal bila terkena pada ibu hamil.


Virus tesebut belum ada vaksinnya saat ini, sehingga satu-satunya cara menjauh dari Zika adalah menghindari gigitan nyamuk. Bila tidak segera ditangani, ilmuan WHO memperkirakan akan ada 3 hingga 4 juta inveksi Zika di Amerika selama tahun depan.

Penyebaran virus telah mendorong pemerintah di seluruh dunia untuk menyarankan wanita hamil agar tidak pergi ke daerah-daerah di mana virus telah terdeteksi.

"Tingkat peringatan sangat tinggi. Kedatangan virus dalam beberapa kasus telah dikaitkan dengan peningkatan tajam dalam kelahian bayi dengan kepala abnormal," jelas Chan.

"Hal itu dengan cepat mengubah profil risiko Zika dari ancaman ringan sampai salah satu proporsi yang mengkhawatirkan," tegasnya. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya