Berita

air france/net

Dunia

Maskapai Penerbangan Eropa Mengantri Buka Jalur Lagi Ke Iran

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 18:42 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah maskapai penerbangan asal Eropa berencana untuk membuka kembali penerbangan ke Iran.

Langkah tersebut dilakukan menyusul perbaikan hubungan yang tengah dilakukan dilakukan oleh Iran dengan negara-negara kekuatan ekonomi dunia dalam kesepakatan nuklir.

Menurut keterangan dari wakil ketua otoritas penerbangan sipil Iran Mohammad Khodakarami, perwakilan dari maskapai British Airways mengunjungi Tehran pada hari ini (Kamis, 28/1) untuk berdiskusi soal dibukanya kembali rute penerbangan.


Ia pun menjelaskan bahwa sebelumnya maskapai Air France dan KLM juga telah menunjukkan kesiapan mereka untuk membuka kembali penerbangan ke Tehran.

Dikabarkan ABC News, Air France sendiri bulan lalu telah menyatakan kesiapan untuk memulai kembali penerbangan ke Teheran untuk pertama kalinya sejak lebih dari tujuh tahun terakhir terhenti. Penerbangan tersebut rencananya akan mulai dibuka pada April mendatang.

Sementara itu maskapai yang berbasis di Belanda, KLM, menyebut bahwaada kesempatan untuk kembali membuka penerbangan ke Iran pasca kesepakatan nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Untuk diketahui bahwa maskapai-maskapai penerbangan Iran menghentikan penerbangan ke Iran menyusul sanksi yang diterapkan Barat terkait dengan ambisi nuklir Iran.

Namun saat ini Iran telah menunjukkan inisiatif baiknya untuk meredam ambisi nuklir dna bekerjasama dalam bidang ekonomi dengan negara-negara kekuatan dunia. Sejak bulan ini, sanksi ekonomi yang diterapkan pada Iran pun resmi dicabut.

Saat ini, maskapai penerbangan nasional Iran, Iran Air, telah mulai melakukan penerbangan mingguan ke London dan penerbangan dua mingguan ke Paris serta Amsterdam. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya