Berita

retno marsudi/net

Dunia

Jadi Ketua ASEAN, Indonesia Tegas Dukung Laos

KAMIS, 28 JANUARI 2016 | 14:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Indonesia mendukung penuh atas terpilihnya Laos sebagai ketua organisasi negara-negara Asia Tenggara (ASEAN).

Dukungan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, pada saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Laos, Y.M. DR. Thoungloun Sisoulith di Vientiane pekan ini. Dukungan juga dipertegas dalam kunjungan Kehormatan Retno kepada PM Laos, Y.M. hongsing Tammavong di Vientiane pada hari ini (Kamis, 28/1).

Ia mengaku yakin bahwa dengan menjadi ketua, Laos mampun meningkatkan kesatuan ASEAN bagi penciptaan kesejahteraan, perdamaian dan stabilitas kawasan dan dunia.


"Indonesia juga mengharapkan keketuaan Laos akan mampu membawa ASEAN menjadi semakin solid dalam memasuki ASEAN Community serta realisasi ASEAN Vision 2025," ucap Menlu Retno melalui siaran pers kepada wartawan.

Adapun untuk melengkapi dukungan politik keketuaan Laos dalam ASEAN, Indonesia juga telah menyampaikan komitmen bantuan untuk mensukseskan Laos sebagai ketua ASEAN.

Untuk diketahui, Laos menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2016, menggantikan Malaysia. Selama keketuaannya Laos mengusung tema Turning Vision into Reality for a Dynamic ASEAN Community”.

Sementara dalam pembicaraan bilateral, Menlu Retno telah menyampaikan masukan  dan tukar pikiran mengenai isu-isu yang perlu mendapatkan perhatian selama keketuaan Laos antara lain kerjasama maritim dalam bentuk pengembangan instrumen hukum untuk menangani IUU Fishing, meningkatkan konektivitas maritim dan pelaksanaan kerjasama maritim dalam konteks EAS.

Tak hanya itu, pembicaraan bilateral juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap warga negara ASEAN, antara lain dengan melanjutkan pembahasan pembentukan instrumen hukum untuk perlindungan hak buruh migran, meningkatkan kerja sama melawan terorisme, radikalisme dan ekstremisme. Peningkatan kerja sama hukum melalui pembentukan ASEAN Treaty dan peningkatan kerja sama ekstradisi, serta peningkatan peran UMKM dan optimalisasi PPP (Public Private Partnership) dalam pelaksanaan Master Plan Konektivitas ASEAN juga dibahas dalam pertemuan itu.

"Isu kerjasama maritim merupakan salah satu isu yang terus diperjuangkan oleh Indonesia dalam ASEAN. Pada KTT EAS di Kuala Lumpur November 2015, Diplomasi Indonesia telah berhasil memasukkan isu kerja sama maritim dengan disahkannya EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation," demikian Retno. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya