Berita

Dulu Jokowi Sesumbar Panggil Programmer 2 Minggu Selesai, Kenapa Sekarang Minta Bantuan Singapura?

JUMAT, 31 JULI 2015 | 15:20 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan Jokowi-JK diingatkan untuk memprioritaskan kedaulatan Indonesia dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan.

Karena itu anggota DPR Bambang Haryo mengkritik langkah pemerintah menandatangani MoU tentang E-Government dengan Singapura.

"Kita masih ingat polemik yang ditimbulkan perihal kerjasama data center di Singapura. Alhamdulillah kalau pemerintah meyakinkan kita bahwa ternyata data penting masyarakat Indonesia tidak disimpan di Singapura," ungkapnya.


"Tetapi, jika data center di Indonesia namun yang menggarap programmer Singapura, bukankah itu namanya setali tiga uang?" kata Bambang mempertanyakan.

Dalam siaran pernya (Jumat, 31/7), dia menjelaskan bahwa rakyat sudah lelah dengan langkah-langkah pemerintah yang berbelit. Untuk itu ia meminta pemerintah lebih tegas dalam mengambil keputusan dan tetap mengutamakan kepentingan bangsa Indonesia.

"Saya kira kita juga sudah lelah dengan pemerintah yang berbelit, kemarin data center sekarang MoU E-Government nanti apalagi yang akan dijadikan polemik," ungkapnya.
 
"Dulu Pak Jokowi bilang saat debat Capres panggil programmer untuk E-Government, 2 minggu selesai. Kenapa sekarang harus meminta bantuan Singapura?" sindir politikus Gerindra ini. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Teradang Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Minggu, 13 September 2026 | 18:04

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Polisi Update Temuan Barang Diduga Milik Kapal Pengangkut 5 Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 | 17:16

Prabowo Ungkap Transformasi Pangan Indonesia di Hadapan Pemimpin BRICS

Minggu, 13 September 2026 | 17:02

Aspekpir Puji Komitmen PTPN IV PalmCo Majukan Petani Mitra

Minggu, 13 September 2026 | 16:50

Prabowo Ajak BRICS Ubah Kerentanan Jadi Kekuatan untuk Pertumbuhan Global

Minggu, 13 September 2026 | 16:49

BNI Perkuat Ekosistem Industri Kecantikan Lewat BSF 2026

Minggu, 13 September 2026 | 16:46

Kerugian Bisnis Tak Otomatis jadi Tindak Pidana

Minggu, 13 September 2026 | 16:27

Dua Armada Pos Indonesia Ikut Tenggelam Bersama KMP Virgo

Minggu, 13 September 2026 | 16:21

Kapal Pertamina Bantu Selamatkan 16 Korban Virgo Transport 08 di Laut Jawa

Minggu, 13 September 2026 | 16:02

Selengkapnya