Berita

ilustrasi

Mahasiswa Muhammadiyah akan Hentikan Rezim Penindas Rakyat

SENIN, 18 MEI 2015 | 23:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dinilai terlalu banyak janji, tapi minus aksi. Janji untuk mewujudkan berdikari, ternyata kebijakan ekonomi yang dicetuskan tak jauh-jauh dari ekonomi liberal.

"Nyatanya, bukan berdikari yang ingin diwujudkan, malah membuka jalan tol bagi kaum neo-imperialis bebas menjarah bangsa Indonesia," tegas Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Taufan Putra Revolusi, (Senin, 18/5).

Contohnya, mencabut subsidi BBM yang merupakan kebijakan neolib, liberalisasi migas sampai di sektor hilir dan menciptakan rakyat miskin baru. Demikian pula dengan kebijakan memperpanjang izin ekspor konsentrat Freeport dan Newmont yang  melanggar UU Minerba.


"Pidato Presiden di Konferensi Asia-Afrika April lalu, sekedar pepesan kosong. Bermimpi ingin mewujudkan reformasi struktur keuangan global yang selama ini didominasi oleh IMF, Worldbank, dan ADB, tapi ternyata sudah berencana berutang lagi kepada World Bank dan ADB," tegasnya lagi, seraya menyimpulkan Pemerintahan saat adalah rezim neolib dengan cover merakyat.

Taufan juga menyindir partai-partai penyokong yang menurutnya ‘cuci tangan’, berpura-pura mengkritik kebijakan pemerintah.

"Semua orang tahu kok partai apa di belakang Presiden hari ini. Masa tak mampu memberikan saran yang konstruktif sehingga kebijakan yang dikeluarkan lebih kepada kepentingan rakyat. Malah cuci tangan dan bilang ada penumpang gelap. Sungguh memalukan melihat pemerintahan hari ini," sindir Taufan.

Karena itu, dia menegaskan, seluruh kader IMM se-Indonesia akan turun ke jalan untuk menghentikan rezim penindas rakyat.  

"Ya kami telah menginstruksikan kepada kader IMM se-Indonesia untuk turun kejalan menghentikan rezim penindas rakyat. Namun tak sekedar itu, IMM juga memberikan solusi perbaikan sistem, terutama sistem ekonomi. Yaitu ekonomi berdikari, dan menuntut untuk merevisi UU yang berbau liberal. Kiblat Bangsa ini harus diluruskan," ungkap Taufan.

Ribuan kader IMM dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat memfokuskan aksi di Jakarta pada tanggal 19-20 Mei di Istana Negara.

Meski begitu, dia menambahkan, dalam aksi yang akan digelar tersebut, mereka juga akan menyampaikan kritik keras terhadap Koalisi Merah Putih (KMP) yang tak menjalankan fungsi kontrol dengan baik.  "Tapi malah saling sikut-sikutan demi kekuasaan," tandasnya.

Selain isu kebangsaan, mereka juga mengangkat isu kriminalisasi terhadap kader IMM di Klaten Jawa Tengah. Kader IMM harus berhadapan dengan hukum karena mengkritik seorang dosen. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya