Berita

dedi mulyadi

Jaga Tradisi, Pelajar Purwakarta harus Menerapkan Salam Sunda

SELASA, 05 MEI 2015 | 15:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kearifan lokal harus terus dirawat, apalagi di daerah-daerah yang memang kental dengan tradisi. Pemahaman dan praktik budaya harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini.

Karena itulah di Purwakarta, Jawa Barat, pelajar harus menerapkan salam Sunda sebelum beraktifitas di sekolah. Caranya, mirip dengan orang meditasi.

Yaitu, dua tangan disatukan didepan dada. Kemudian menunduk sambil mengucapkan, "Sampurasun." Hal ini dilakukan murid kepada gurunya sebagai tanda penghormatan. Guru kemudian membalasnya dengaan ucapan, "Rampes." Pengucapan kata ini dilakukan dengan cara membungkuk pula.


"Ini merupakan ajaran budi pekerti yang mendasar," ujar Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Selasa (5/5).

Tradisi seperti ini menurutnya harus dikenalkan kepada anak-anak sedini mungkin. Peserta didik mulai SD sampai SMA sederajat harus mulai mengenal tradisi daerah tempat kelahirannya.  "Hal ini untuk melestarikan budaya Sunda yang menjadi tradisi di Jawa Barat," ungkapnya.

Kebijakan ini sudah diberlakukan di seluruh sekolah. Melalui kepala sekolah, tradisi ini disuarakan agar budaya Sunda tetap terjaga. Guru di sekolah diimbaunya dapat menjaga tradisi yang ada sebaik mungkin.

Namanya budaya sudah pasti menjadi identitas seseorang. Indonesia yang terkenal dengan perbedaan adat dan tradisi, sesuai dengan wilayah masing - masing, menjadi negara yang dihormati. Sebabnya, beragam budaya yang ada justru semakin menguatkan persatuan.

Masing-masing budaya mengajarkan penghormatan kepada orang lain, termasuk budaya salam sunda ini. "Jadi akan sangat baik bila diajarkan sedini mungkin," paparnya.

Tak hanya kepada pelajar, pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta juga diimbau menggunakan salam ini. Mereka harus menjadi teladan dalam pelestarian budaya Sunda. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya