Berita

GUNUNG SINABUNG

Ketua Komisi VIII DPR: Tugas Pemerintah Tidak hanya Relokasi Korban

SELASA, 05 MEI 2015 | 14:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah tidak boleh alpa dan absen dalam melindungi dan memberdayakan masyarakat. Khususnya, kelompok-kelompok masyarakat yang terkena bencana alam, seperti erupsi gunung Sinabung.

Dalam konteks itu, sudah pada tempatnya jika pemerintah memberikan perhatian khusus bagi program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Karo.

Demikian disampaikan Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, pada saat pemberian bantuan 103 unit rumah kepada korban bencana erupsi gunung Sinabung, di Siosar, Kabupaten Karo, Selasa (5/5).


Hadir dalam acara penyerahan rumah tersebut Kepala BNPB, Syamsul Maarif; Menteri Kehutanan, Siti Nurbaya; Gubernur Sumut, Pangdam I Bukit Barisan, dan Kapolda Sumut.

"Eruspi gunung Sinabung telah menelan korban jiwa dan harta benda. Masyarakat tentu sangat berduka atas kehilangan yang menimpa mereka," ungkap Saleh.

Selain rumah dan sarana sosial, masyarakat di daerah erupsi gunung Sinabung juga kehilangan lahan pertanian mereka. Akibatnya, roda perekonomian masyarakat belakangan turut terganggu. Perlu perhatian dan penanganan khusus dari pemerintah.

"Tugas pemerintah sesungguhnya tidak hanya relokasi. Tetapi lebih dari itu, bagaimana agar masyarakat yang direlokasi tersebut bisa kembali hidup seperti biasa dan bisa mencari nafkah sebagaimana masyarakat lainnya yang tidak ditimpa musibah," ucap legislator dari dapil Sumatera Utara II ini.

Komisi VIII akan memberikan dukungan penuh kepada BNPB dalam penanganan korban-korban bencana di Tanah Air. Untuk itu, Komisi VIII meminta agar rencana program pemerintah terkait hal ini disampaikan ke DPR. Dengan begitu, program tersebut bisa diagendakan dan dianggarkan sesuai dengan skala prioritasnya. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya