Berita

Hendri Satrio

Ikuti Jejak Jokowi, Ada Peluang Kepala Daerah Lain jadi Capres

SELASA, 28 APRIL 2015 | 21:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah meresmikan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak mulai Desember 2015 ini. Ada 260 kabupaten dan kota serta 9 provinsi yang turut andil dalam memilih pemimpinnya.

"Inilah saatnya masyarakat memilih pemimpin terbaiknya," kata pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina dan juru bicara Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik (KedaiKOPI), Hendri Satrio, Selasa (28/4).

Hendri menambahkan pemilihan langsung kepala daerah telah memperlihatkan kemajuan Indonesia dalam berdemokrasi. Meski banyak kepala daerah yang terlibat sejumlah kasus, banyak pula figur yang dianggap sukses mengembangkan daerahnya.


Beberapa figur kepala daerah sudah muncul bahkan digadang-gadang bakal menjadi pemimpin nasional. Joko Widodo-mantan Wali Kota Surakarta-sudah membuktikan bahwa pemimpin daerah bisa menjadi pemimpin nasional.

"Kami telah berdiskusi tentang calon pemimpin masa depan dari kepala daerah. Namun, kami ingin mengetahui pendapat publik melalui polling."

Menurut Hendri, Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada 27 April 2015 ihwal nama-nama yang dianggap layak menjadi calon pemimpin nasional nanti.

KedaiKOPI menilai kepala daerah berdasarkan kinerja seperti indikator ekonomi daerah yang berkembang pesat, inovasi dalam pembangunan daerahnya, kepopuleran dan indikator lainnya.

Ada lima nama yang berpeluang mendapat dukungan menjadi calon Presiden, yaitu Basuki Tjahaja Purnama Gubernur Jakarta), Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah), Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung) dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya).

KedaiKOPI membuat polling melalui situs www.kedaikopi.co dan http://www.uneg2politik.com/ dengan pertanyaan tunggal, siapa yang paling berpeluang menurut Anda?

Sebelumnya KedaiKOPI telah menggelar beberapa polling seperti wacana perombakan kabinet, kinerja kabinet, jatah komisaris relawn serta sikap Menteri Pemuda dan Olahraga terhadap PSSI.

KedaiKOPI merupakan lembaga diskusi dan kajian yang menghimpun dan menyuarakan opini publik terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian ini diharapkan bisa menjadi masukan bagi semua stake holder di masyarakat dalam mengambil kebijakan-kebijakan yang terkait dengan kepentingan publik. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya