Berita

busyro muqoddas

Busyro Muqoddas: Kekuatan Muhammadiyah adalah Transparansi

SELASA, 28 APRIL 2015 | 20:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tokoh Muhammadiyah yang juga mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas menjelaskan, rahasia Muhammadiyah bisa besar karena adanya trust dari masyarakat akan integritas tata kelola organisasi Muhammadiyah. Sebab, diakuinya, salah satu kekuatan Muhammadiyah adalah transparansi dalam pengelolaan organisasi dan amal usahanya.

Namun dia mengingatkan, selain citra organisasi bersih, Muhammadiyah juga harus bergerak pada amar makruf nahi mungkar yang kontekstual. Tafsir Al-Maun, contohnya bisa menjadi sumber inspirasi penyusunan APBD yang pro rakyat.

"Warga Muhammadiyah dalam konteks bernegara bertugas untuk menjaga penyusunan APBD yang pro terhadap kebutuhan rakyat hingga rakyat tidak dikorbankan oleh APBD yang melegalkan perilaku korup," jelas Busyro dalam seminar "Reformasi Organisasi Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua" di Aula Pascasarjana UMSU, Medan, yang digelar PP Muhammadiyah (Selasa, 28/4).


Juga hadir sebagai pembicara Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP dalam seminar Pra Muktamar Muhammadiyah yang akan digelar pada tanggal 3-8 Agustus 2015 di Makassar.
 
Karena itu, Busyro menjelaskan, Muhammadiyah bisa jadi kekuatan civil society yang besar jika bisa fokus pada isu-isu hajat hidup rakyat dan bangsa seperti korupsi, pengelolaan hutan, penguasaan tambang, trafficking dan lain-lain.

Sementara itu, Muhadjir mengingatkan tentang kekhawatiran KH Ahmad Dahlan ketika akan mendirikan Muhammadiyah sebagai organisasi. Kiai Dahlan dulu kuatir kalau menjadi organisasi, orang Muhammadiyah sibuk mengurusi organisasi dan lupa dengan gerakannya.

Karena itu menurut Effendy, identitas Muhammadiyah bukan hanya an sich sebagai organisiasi yang mengatur tentang aturan dan disiplin organisasi yang kadangkala menjadi sesuatu yang membatasi gerak Muhammadiyah, tetapi juga hendaknya memperhatikan state of mind yaitu suasana pemikiran Muhammadiyah yang menunjukkan kiprah Muhammadiyah dalam konteks ke-Indonesiaan dengan ciri Islam yang berkemajuan.

"Di samping itu identitas Muhammadiyah juga adalah sebagai social denominator yang menguatkan ikatan sosial antar masyarakat. Untuk itu guna melaksanakan misi perjuangannya, Muhammadiyah harus menjadikan dirinya sebagai social enterprise (perusahaan sosial), benefit producer  (pembuat kemanfaatan) dan profit maker (penghasil keuntungan) dengan demikian Muhammadiyah mampu menjalankan misinya  dan sekaligus mandiri dalam membiayai kegiatan dakwahnya," tandasnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, MA dan Ketua PWM Sumut Prof. Dr. Asymuni yang berbicara pada sesi kedua "Transformasi Ideologi Muhammadiyah di tengah Dinamika Umat dan Bangsa" melihat bahwa kekuatan Muhammadiyah hingga bertahan lebih dari satu abad antara lain karena kualitas sumber daya manusianya, dalam hal ini secara khusus kadernya.

Kader Muhammadiyah merupakan pelaku aktif dan terseleksi yang menentukan kemajuan Muhammadiyah. Diantara kualitas kader Muhammadiyah yang memerlukan perhatian serius lima tahun kedepan ialah kader ulama, politik dan profesional. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya