Berita

Indra Syafri/net

Olahraga

Irman Gusman Puji Blusukan Indra Sjafri

MINGGU, 02 FEBRUARI 2014 | 16:59 WIB | LAPORAN:

Metode blusukan mencari pemain-pemain muda berbakat di berbagai daerah adalah sebuah terobosan yang sangat cemerlang.

"Tidak bisa dipungkiri ada begitu banyak mutiara-mutiara terpendam yang belum digali di berbagai daerah untuk didik menjadi pemain sepak bola," kata Ketua DPD RI Irman Gusman di sela-sela acara peluncuran buku Indra Syafri "Menolak Menyerah" di kampus UNY Yogyakarta, Minggu (2/2).

Menurut Irman Gusman, Timnas U-19 yang diasuh Indra Sjafri kelahiran Sumatera Barat adalah hasil pencarian bakat yang dilakukan berkeliling ke berbagai pelosok Tanah Air. Dengan caranya itu Indra telah berhasil membuktikan bahwa bangsa Indonesia mempunyai bakat-bakat besar di bidang olahraga, khususnya sepakbola yang terdapat di daerah-daerah.


Lebih jauh salah seorang peserta Konvensi Capres Partai Demokrat mengemukakan, pada  27 Oktober 2013 yang lalu, dua pekan setelah Timnas U-19 berhasil mengalahkan Korea Selatan, dirinya sengaja mengundang Indra Sjafri makan siang di  kediaman untuk mengetahui rahasia apa dibalik sukses besar Garuda Muda U-19. Irman Gusman menjelaskan, ada dua kesimpulan yang didapat dari cerita pengalaman pelatih Indra.

"Pertama, Indonesia adalah bangsa yang besar, kaya dengan sumber daya alam dalam sumber daya manusia, termasuk bibit-bibit pemain sepakbola," terangnya.

Selain itu, Indra Sjafri juga membuktikan bakat-bakat hebat pemain bola itu tidak hanya ada di Jakarta atau di kota-kota besar sebagaimana anggapan kita selama ini.

"Dia justru menemukan bakat-bakat hebat itu di pelosok-pelosok yang jauh seperti di Alor Nusa Tenggara Timur, Maluku, pedalaman Sulawesi hingga Papua," beber Irman.

Hal kedua dari cerita pelatih Indra Syafri adalah dia berhasil menanamkan rasa percaya diri yang tinggi kepada anak-anak asuhnya dengan mengatakan "Kalian pasti bisa mengalahkan Korea Selatan”.

Dengan memompa semangat seperti itu,  pelatih ingin membuktikan anak-anak daerah yang dia kumpulkan dalam Timnas U-19  berhasil menorehkan prestasi yang mengharukan nama bangsa. Untuk memajukan sepak bola Indonesia, lanjut Irman, diperlukan pelatih yang berpikiran out of the box.

Sepak bola Indonesia membutuhkan pelatih yang mampu membangkitkan semangat kerja keras dan rasa percaya diri para pemain-pemain muda.

"Karena pada akhirnya untuk menjadi sebuah negara yang unggul di semua bidang kehidupan (termasuk olah raga sepak bola)  yang diperlukan adalah brain (otak), dream (mimpi), spirit (semangat) dan confidence (percaya diri)," ujar Irman.

Selama ini, salah satu faktor yang membuat kurang majunya sepak bola Indonesia kurangnya pembinaan kepada pemain-pemain muda berbakat. Keberhasilan timnas U-19 ini memberi angin segar setelah keringnya prestasi sepakbola sekitar 20 tahun lebih lamanya. Karena itu, Irman berharap agar metode pembinaan dan blusukan Indra Sjafri mencari pemain-pemain muda di berbagai daerah dapat dikembangkan.
"Kita tidak boleh menyerah karena bangsa ini memiliki potensi yang besar untuk berprestasi di ajang sepak bola internasional. Hanya masalahnya  apakah kita mau atau tidak untuk memajukannya," pungkasnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya