Berita

Simon Santoso

Olahraga

Gagal Ke Semifinal, Simon Keluar Dari Cipayung

Jelang Korea Open Super Series 2014
JUMAT, 03 JANUARI 2014 | 08:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Turnamen Korea Open Super Series 2014 menjadi ujian pertama yang akan dihadapi para pebulutangkis Indonesia di awal tahun Kuda Emas.

Pertandingan berhadiah 600 ribu Dolar AS itu bakal digelar di Seoul pada 7-12 Januari. Total hadiah yang ditawarkan memang menurun dari tahun lalu yang mencapai satu juta dollar AS. Pasalnya, mulai tahun 2014, Korea Open tak lagi masuk dalam level super series premier, melainkan level super series.

Sebaliknya, ajang Malaysia Open naik kelas dari level super series ke level super series premier.


Pada turnamen Korea Open Super Series 2014, Indonesia tak mengirimkan kekuatan penuh. Dua pasangan ganda andalan yaitu Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran) dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (ganda putra) harus absen demi menjalani persiapan menuju Malaysia Open Super Series Premier 2014.

Peluang terbesar ada di nomor tunggal putra. Tommy Sugiarto yang diunggulkan di tempat ketiga diharapkan mampu menghentikan lawan-lawannya. Sementara itu, turnamen Korea Open Super Series 2014 merupakan turnamen penentuan bagi Simon Santoso.

Seperti diungkapkan Kabid Binpres PBSI, Rexy Mainaky, Simon ditargetkan  menembus babak semifinal pada turnamen Korea Open dan Malaysia Open 2014. Jika gagal memenuhi target tersebut, Simon terpaksa hengkang dari Pelatnas Cipayung.

“Saya mau fokus di babak kualifikasi dulu, yang penting lolos ke main draw. Di main draw juga langsung bertemu Chen Long, tentunya ini tak mudah buat saya. Peluangnya bisa dibilang berat, tapi saya akan tetap berusaha,” kata Simon di situs PBSI.

Menanggapi target yang dibebankan kepadanya,  Simon tak terlalu memikirkannya, karena khawatir mengganggu konsentrasinya. Simon hanya ingin menjalankan tugas dengan sebaik mungkin dan berusaha memenuhi target yang telah ditetapkan. “Tidak ada pressure, memang ini target yang diberikan kepada saya, ya saya jalani.” ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya