Berita

ilustrasi

Olahraga

Harly Datangkan Pelatih Pakai Kocek Sendiri

Loncat Indah
SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 08:13 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perjuangan pelatih loncat indah Indonesia, Harly Ramaya­ni, patut diacungi jempol. De­ngan segala keterbatasan yang ada selama mempersiapkan at­let­nya untuk tampil di arena SEA Games 2013, dia seperti telah menyerahkan seluruh jiwa dan raganya agar anak asuhnya bisa mengharumkan nama Indonesia.

Namun, pengorbanan dari wak­tu sampai materi yang dia curahkan seolah tak direspon positif berupa dukungan dari para petinggi organisasi cabang loncat indah. Alhasil, kontingen loncat indah Indonesia hampa kepingan emas.

Mereka hanya meraih dua pe­rak dan empat perunggu. Dua pe­rak itu diraih Eka Indah/Dewi Se­t­yaningsih dari kelas 3m syn­cro beregu putri dan Andri­yan/Adityo Restu Putra dari 10 meter singkro beregu putra.


Sementara medali perunggu ma­sing-masing diraih Eka Indah dari kelas 3 meter individu, Su­kran Jamjami dari individu kelas 3m dan dua sisanya diraih Adityo.

“Dengan berat hati saya ka­ta­kan, puas dengan hasil yang ka­mi dapatkan di Sea Games Myan­­mar ini,” kata Harly kepa­da Rakyat Merdeka di Myanmar, kemarin.

Padahal, lanjut dia, peluang In­donesia meraih medali sebe­nar­nya bisa lebih daripada ini bahkan bisa menandingi Malay­sia yang menjadi juara umum. “Tapi ba­gaimana mungkin kami bisa me­nandingi mereka yang memang mempersiapkan atlet dengan sa­ngat baik? Persiapan kami, cuma seadanya,” ungkapnya.

Seperti, sarana dan prasarana latihan yang sampai saat ini be­lum ada pembenahan. Bahkan, untuk mendatangkan pelatih asal China dia harus mengocek kan­tongya dalam-dalam demi me­ning­katkan skill para atletnya.

“Pemakaian pelatih China ini berdasarkan inisiatif saya. Saya sendiri juga belum tahu sumber uang untuk membayar gajinya. Tapi biar Tuhan saja yang meng­atur,” ungkapnya.

Untungnya, selama persiapan atlet, ada saja dana bantuan dari beberapa pihak yang mau me­nyi­sihkan anggarannya untuk pem­binaan para atlet. “Sebener­nya saya tak ingin berbicarakan soal ini. Tapi apa boleh buat, sa­ya hanya prihatin atas minimnya perhatian dari petinggi terhadap olahraga ini,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Andriyan mengakui bahwa tim mana pun akan kesulitan untuk menghadang laju peloncat indah Malaysia. “Mereka tangguh ber­kat sistem pelatihan yang terus menerus, tidak hanya saat akan menghadapi SEA Games, berbe­da dengan kita atlet Indonesia,” kata Andriyan, lulusan SMA Ra­gunan 2012 itu. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya