Berita

KPK Tidak Sentuh Baju Hansip, Tuduhan Nazaruddin Bukan Pepesan Kosong

SENIN, 10 OKTOBER 2011 | 15:47 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Salah satu alasan terbentuknya Komite Etik KPK adalah tuduhan Muhammad Nazaruddin kepada Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah yang diduga menerima suap agar kasus Pengadaan Baju Linmas (Hansip) untuk pengamanan Pemilu 2009 tidak diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Namun, keputusan akhir Komite Etik menyatakan semua pimpinan bersih dari pelanggaran etika dan pidana, termasuk dari dugaan terima suap itu. Khawatir KPK sudah melempem, LSM Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia(KP3-I) yang telah melaporkan data dugaan korupsi pengadaan baju Hansip itu ke kantor KPK pada Selasa lalu (4/10), mendesak pimpinan Komisi III DPR mengawal KPK menuntaskan kasus itu.

"Kasus ini adalah korupsi berjamaah dan anggaran ganda, sebagian daerah juga menganggarkan Pengadaan Barang Kelengkapan Baju Linmas Pengamanan Pemilu tahun 2009," ujar Direktur KP3-I, Tom Pasaribu, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (10/10).


Dia yakin, lembaga KPK dilemahkan oleh ulah pimpinan dan oknum-oknum KPK karena dalam menjalankan tugasnya tidak transparan, terkesan memilah-milah kasus, sehingga muncul wacana pembubaran KPK dari sebagian anggota DPR, politikus, tokoh masyarakat, LSM dan masyarakat.

Menurut Tom lagi, telah banyak laporan dari lembaganya ke KPK yang lamban sekali ditindaklanjuti. Contohnya, indikasi korupsi PT Palyja dan PT Thames PAM Jaya, indikasi korupsi di Kementerian PU Program Reduce, Reuse, Recycle (3R), indikasi Korupsi dan Suap dalam pelepasan Aset Eks Walikota Jakarta Barat, indikasi Korupsi di Kemenkes Pengadaan Alat Bantu Belajar Mengajar (ABBM) pendidikan dokter tahun 2010 dan indikasi korupsi di Bank DKI Jakarta.

"Apabila KPK tidak menuntaskan laporan sesuai dengan hukum yang berlaku, maka kami menduga telah terjadi penyuapan di KPK itu sendiri dan pernyataan-pernyataan yang telah dilontarkan oleh saudara Muhammad Nazaruddin adalah benar dan bukan hanya pepesan kosong belaka," tegasnya.

Dalam laporannya ke KPK pekan lalu, KP3-I menjabarkan, pelaksanaan Kegiatan Pemasokan Barang Kelengkapan Perorangan Linmas Pengamanan Pemilu 2009 terindikasi sarat dengan praktek korupsi dan kolusi dengan modus penggelembungan harga mencapai Rp 231 miliar. Potensi kerugian negara atas empat  kontrak sebesar Rp 42 miliar dan atas 18 kontrak mencapai Rp 231 Miliar.   

Selain itu, perencanaan anggaran kegiatan tidak sejalan dengan UU 17/2003 tentang Keuangan Negara, khususnya Pasal 3 ayat 1 dan PP 21/2004 khususnya Pasal 7 ayat 2 dan 4. Dan terjadi pelanggaran terhadap Keppres 80/2003 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah    

Para pejabat Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Ditjen Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri yang menangani kegiatan diduga telah menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi, kelompok tertentu maupun upaya untuk memperkaya orang lain.       

Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dalam beberapa kali kesempatan mengungkapkan bahwa ada aliran dana yang mengalir ke Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah. Suap itu untuk "membereskan" perkara proyek pengadaan baju hansip dan e-KTP senilai Rp 7 triliun.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya