Berita

komplek dpr

Nudirman: Kalau DPR yang Korupsi, Gaungnya Sampai Langit Ketujuh

SABTU, 08 OKTOBER 2011 | 09:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi sering bikin iri institusi hukum lain dalam urusan dana operasional.

"Dalam urus satu kasus, KPK biayanya lebih besar dari kejaksaan atau kepolisian. Jadi ngawur yang bilang KPK itu kurang dananya. Kalau perlu ICW akan kita undang ke dalam rapat biar mengerti dulu baru bicara," kata anggota Komisi III DPR dari Golkar, Nudirman Munir, dalam diskusi "KPK, Sesuatu Banget" di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (8/10)

Hal itu dikatakannya menanggapi kritik Indonesia Corruption Watch (ICW) soal diskiriminasi anggaran di antara lembaga hukum. Tapi persoalan utamanya, menurut Nudirman, KPK  melulu fokus di wilayah penindakan, tidak di wilayah pencegahan korupsi.


"KPK mesti melakukan amanat UU dalam mencegah korupsi. Persoalannya sekarang adalah kenapa KPK tidak masuk ke masalah yang sebetulnya, yaitu modus operandi korupsi di pemerintah pada saat tender," jelasnya.

Saat tender itulah modus operandi korupsi dimulai. Nudirman mencontohkan, ada beberapa perusahaan yang ikut tender proyek, tenyata semuanya dimiliki oleh satu orang.

"Kalau dilihat dari kasus yang ada, itu yang banyak terkena adalah dari pemerintah. Tapi, kalau anggota DPR yang kena satu atau dua orang, gaungnya sudah sampai ke langit ketujuh. Saya pikir, kalau yang kena cuma satu atau dua dari 560 orang itu wajar saja, saya bukan lakukan pembenaran," tegasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya