Berita

Ketergantungan yang Berlebihan pada KPK Pun Tidak Baik

KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 18:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Pendapat bahwa KPK rawan intervensi, wajar saja. Bagaimanapun, KPK sangat berkepentingan dengan siapa yang berkuasa. Apalagi, pemilihan pimpinan KPK dilakukan melalui mekanisme fit and proper-test di DPR.  Sebaliknya, jika ada yang berpendapat bahwa KPK tak bisa diintervensi, juga tak salah. Pasalnya, posisi KPK memang independen.

"Yang menjadi pertanyaan barangkali, mengapa masih ada kesan KPK sering digoyang atau akan terus dilemahkan? Dari mulai kasus Antasari Azhar, Susno Duadji, soal Cicak Buaya, kriminalisasi KPK, serangan Nazaruddin, termasuk pengakuan para saksi kasus Anggoro, Anggodo, Gayus Tambunan," ucap Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum, Mustofa B. Nahrawardaya, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis (6/10).

Menurut dia, hal itu terjadi akibat masyarakat yang terlalu banyak bergantung pada KPK. Prestasi yang diraih KPK telah membentuk stigma publik bahwa hanya KPK-lah lembaga paling bisa dipercaya untuk menanggulangi dan mencegah aksi korup pejabat Indonesia.


"Karena sudah telanjur dipandang masyarakat  sebagai tempat bergantung, maka tak
ayal, siapapun yang terindikasi mengkritik KPK, akan terlihat seperti menyerang KPK.
Masyarakat akan cepat menjustifikasi para pelawan arus itu, sebagai pihak pro-koruptor," urainya.

Dia jelaskan, fenomena tersebut persis terjadi pada Densus 88. UU telah memberikan kuasa yang begitu besar terhadap Detasemen Khusus 88. KPK dan Densus 88 memiliki kewenangan besar dan nyaris tak ada halangan.

Dalam kasus pimpinan Komisi III, Fachri Hamzah, yang menuduh KPK tebang pilih dan layak dbubarkan, hal itu dianggap wajar oleh Mustofa. Menurut dia, hal itu mungkin saja disebabkan rotasi di KPK yang hanya terjadi di level pimpinan. Mestinya, rotasi juga terjadi pada level bawah yang terbiasa kerja di lapangan. Jika hanya terjadi pada level pimpinan semata, maka dugaan adanya tebang pilih, kelambanan penyelidikan dan penyidikan dan permainan, menjadi wajar

"Ibaratnya, sebagus apapun pimpinan, jika level bawah tidak ikut diubah, tetap
membuka peluang tertentu untuk mengendalikan berbagai kasus yang berkaitan dengan
penguasa. Seandainya level bawah KPK itu memiliki kepentingan terhadap kasus yang sedang diurus pimpinannya, siapa yang bisa menjamin?" tandasnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya