Berita

chandra hamzah/ist

Madu Bagi Chandra, Racun Mematikan untuk KPK

KAMIS, 06 OKTOBER 2011 | 11:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Mengejutkan! Komite Etik mentolerir tindakan Wakil Ketua KPK, Chandra Hamzah, yang terang-terangan mengaku pernah melakukan pertemuan tak resmi dan tidak juga didokumentasikan dengan politisi partai berkuasa, yakni Muhammad Nazaruddin, hingga empat kali.

Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, menduga kalau Komite Etik tidak menyadari tindak pidana korupsi amat lekat dengan kekuasaan dan oleh karenanya politisi partai berkuasa juga berpeluang besar terlibat tindak pidana korupsi. Jadi, putusan Komite Etik dapat dikatakan amat pragmatis karena menganggap Chandra tidak bersalah hanya karena tidak ditemukan aliran duit dari Nazaruddin.

"Sikap Komite Etik ini sungguh aneh, karena domain Komite Etik bukanlah soal ada atau tidaknya gratifikasi, melainkan melakukan penilaian apakah bertemu dengan politisi partai berkuasa dalam konteks non-official tersebut etis atau tidak bagi seorang pimpinan KPK," kata pengacara muda itu kepada wartawan, Kamis (6/10).


Menurutnya, putusan Abdullah Hehamahua Cs justru akan melemahkan KPK secara signifikan. Tindakan Chandra Hamzah yang dimaklumi itu akan menjadi pembenaran bagi pimpinan KPK untuk bertemu secara liar dengan politisi partai berkuasa tanpa hambatan moral.

"Jika boleh mengibaratkan, putusan Komite Etik ini adalah madu bagi Chandra
Hamzah, namun justru merupakan racun mematikan bagi KPK secara institusi," ujarnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya