Berita

adhie massardi/ist

Gagal Alihkan Isu, SBY Coba Fitnah Oposisi?

RABU, 05 OKTOBER 2011 | 11:35 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Presiden SBY membantah nama-nama calon kuat menteri yang beredar. Dengan tegas dia menyatakan bahwa bursa calon menteri tidak pernah diumbar keluar Istana. Pembahasan calon menteri masih terbatas di antara dirinya dengan Wapres Boediono.

SBY juga menambahkan, bercermin pada rencana reshuffle pada 2007 silam, ada beberapa orang yang kecewa pada dirinya karena namanya sempat dijagokan untuk masuk kabinet, tapi kenyataannya nol besar.

"Dulu juga beredar nama-nama. Tapi ternyata tidak jadi menteri. Akibatnya itu membuat orang itu marah. Bahkan sampai sekarang marahnya," ungkap SBY di Istana kemarin (Selasa, 4/10).


Pernyataan SBY itu diartikan berbeda oleh aktivis kontra-pemerintah yang dulu pernah menjabat jurubicara presiden Abdrurrahman Wahid, Adhie Massardi.

Menurut dia, bantahan SBY malah semakin memperjelas bahwa isu reshuffle digunakan untuk pengalihan isu, untuk memecah belah kelompok oposisi, dan untuk mengetes loyalitas menteri-menteri yang diisukan bakal diganti.

"Dan saya yakin sumbernya (nama-nama calon menteri) dari kalangan Istana, mungkin bukan dari presiden tapi dari Istana. Dan saya yakin bahwa presiden tahu beredarnya hal ini," katanya kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Rabu, 5/10).

Kegemaran SBY berbicara pada pers soal reshuffle, kata Adhie, karena isu itu ternyata tidak mendapat tanggapan sesuai yang diinginkannya alias tidak ampuh mengalihkan perhatian masyarakat dari isu kegagalan pemerintahannya.

"Sehingga perlu dia sendiri yang ngomong. Tadinya, diharapkan orang-orang gelisah dan marak pemberitaan reshuffle, tapi nyatanya situasi masih dingin-dingin saja. Kan biasanya partai bereaksi sehingga mengurungkan niat parlemen untuk bersikap kritis," terangnya.

Mengenai pengakuan SBY soal tokoh yang ngambek karena namanya tidak jadi masuk kabinet pada 2007 lalu, Adhie mengindikasikannya sebagai upaya untuk mendiskreditkan gerakan oposisi.

"Saya tidak tahu itu karena tidak jelas siapa yang disebut. Tapi kalau itu mengarah pada tokoh tokoh politik yang kecewa pada pemerintahan sekarang itu salah besar," tegasnya

Karena, lanjut Adhie, kekecewaan rakyat pada pemerintah sudah merata dan tidak pernah digerakkan. Mereka marah karena situasi, bukan kekecewaan akibat tidak dapat jabatan. Dari yang diketahuinya, tidak pernah datang sekalipun tawaran dari Istana kepada para penggagas gerakan oposisi untuk bergabung di kabinet.

"Itu bagian dari fitnah, mau mendiskreditkan gerakan semata. Faktanya, semua orang marah, baik yang pernah dijanjikan jabatan ataupun yang tidak," terang Adhie.

Dan makin hari situasi "sangat darurat" korupsi menyebar dari Istana ke kementerian, tapi hukum tidak bisa menjangkau karena sibuk ribut-ribut antara KPK-DPR.

"Itu semua membuat rakyat muak. Dan sekarang ini teman-teman gerakan tidak peduli lagi isu-isu yang dikeluarkan pemerintah mau isu reshuffle, bom atau apapun itu, gerakan cuma mau menghetikan rezim ini. Pengalihan isu tidak mempan," tutupnya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya