Berita

lamen hendra/ist

LMND: Rakyat Indonesia Tidak Butuh Reshuffle!

RABU, 28 SEPTEMBER 2011 | 10:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Reshuffle KIB II akan segera dilakukan sebelum tanggal 20 Oktober 2011. Pertanyaan yang masih menggantung, apakah reshuffle itu dapat menjadi titik balik untuk kembali mengamalkan cita-cita luhur preambul UUD 1945 pada alinea ketiga.

Sebelumnya, survei yang dilakukan LSI menunjukkan kepercayaaan publik terhadap pemerintah tersisa 37,7 persen dari sebelumnya 70 persen pada 2010. Hal tersebut mengamini bahwa betul selama ini SBY-Boediono hanya berdiri di atas politik pencitraan.

"Selama ini di bawah kepemimpinan SBY, kue ekonomi hanya berarti bagi 5 persen orang terkaya dari 230 juta rakyat Indonesia. Fakta lain masih terdapat sekitar 120 juta orang di negara ini yang berpendapatan di bawah Rp 18 ribu per hari," ujar Ketua Umum Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Lamen Hendra, kepada Rakyat Merdeka Online, Rabu (28/9).


Pemerintah, lanjutnya, tanpa malu-malu menggunakan standar penghasilan Rp 7.000 pe rhari, sehingga menemukan angka 34 juta warga miskin. Di sisi lain, data statistik mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran terbuka pada Februari 2007 sebanyak 409.900 orang. Setahun kemudian, pada Februari 2008 jumlah pengangguran terdidik bertambah 216.300 orang atau menjadi sekitar 626.200 orang. Jika setiap tahun jumlah kenaikan rata-rata 216.300, maka pada Februari 2011 telah terjadi peningkatan pengangguran terdidik S1 sejumlah 1.275.100 orang.

Lamen terus menjabarkan, jumlah pengangguran itu belum ditambah dengan pengangguran lulusan diploma, yang dalam rentang waktu 2007-2010 saja tercatat peningkatan sebanyak 519.900 orang atau naik sekitar 57 persen.

Hal itu menurutnya, membuktikan bahwa semakin tergerusnya produktivitas bangsa akibat deindustrialisasi, karena hampir semua kebijakan yang dihasilkan oleh pemerintah menuju pada kebijakan ultraliberalisasi atau semua diserahkan ke sistem pasar. Dengan asas yang punya modal terkuat adalah pemenang, akhirnya rakyat terpaksa dipaksa mencari jalan keluar mereka sendiri tanpa ada solusi yang diberikan oleh negara.

"Jadi tidak ada jaminan reshuffle yang akan segera dilakukan akan mengembalikan kita pada semangat terbentuknya pemerintahan negara Indonesia sesuai dengan cita-cita preambul UUD 1945 alinea ketiga," katanya.

Lamen menegaskan, persoalan pokok bangsa Indonesia hari ini ada pada nahkoda pemegang kunci sistem kepemerintahan yaitu tak lain SBY-Boediono.

"Untuk itu bukanlah reshuffle yang dibutuhkan oleh rakyat yang tapi presiden dan wakil presiden baru yang lebih mementingkan kepentingan nasional di atas kepentingan pasar asing dan bermental kerakyatan," tegasnya.[ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya