Berita

djoko suyanto/ist

AS Hikam: Jangan Salahkan Badan Intelijen

SENIN, 26 SEPTEMBER 2011 | 11:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

RMOL. Jangan terlalu mudah menggunakan istilah kecolongan intelijen karena tuduhan itu sangat abu-abu dan merupakan sesuatu yang tidak bisa diverifikasi. Sebab,  intelijen tidak pernah dan tidak akan pernah mempublikasikan laporannya ke publik.

Demikian disampaikan mantan Koordinator Pokja RUU Intelijen, AS Hikam, kepada Rakyat Merdeka Online, Senin (26/9). Maka menurut dia, pernyataan Djoko Suyanto yang membantah intelijen kecolongan dalam kasus bom Solo, cuma membuka kegagalan pemerintah sendiri alias jadi bumerang.

"Satu-satunya yang perlu dipertanyakan adalah user intelijen, yaitu pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kalau Djoko (Menko Polhukam) mengatakan tidak kecolongan, apa yang terjadi? Usernya yang kurang cepat dalam deteksi dini," tegas anggota Lemhanas itu.


Hikam memastikan, badan intelijen mempunyai tugas menyampaikan informasi secara rutin harian, bulanan dan tahunan kepada user. Kalau lamban disikapi pemerintah, Polri atau BNPT, maka jangan salahkan intelijen.

"Kecuali intelijen diberi kekuasaan untuk melakukan tindakan. Sekarang ini tugas intelijen kan cuma memberi laporan kepada user," tegasnya lagi.

Masih menurut dia, kejadian bom yang berulangkali juga disebabkan karena Indonesia belum punya aturan yang memperkuat penanggulangan terorisme. Dia mencontohkan UU 34 tahun 2004 di pasal 7 tentang operasi militer selain perang oleh TNI, atau disebut OMSP.  Di pasal itu tidak detail disebutkan soal prosedur menurunkan TNI untuk operasi selain perang termasuk dalam penangan terorisme

"Hanya dikatakan di UU itu kalau ada keputusan politik dari Presiden, baru TNI bisa terjun. Itu tidak jelas keputusan politik seperti apa. Padahal TNI punya pembinaan teritorial, punya pengalaman sangat kuat mengenai penanganan terorisme baik secara fisik atau ideologi. TNI punya aparat teritorial sampai perbatasan yang tidak bisa dimiliki Polri atau BNPT sekalipun. Jangan salahkan intelijen," paparnya.

Persoalan lain yang lebih urgen adalah ketiadaan UU intelijen, yang pembahasannya berlarut-larut. RUU Intelijen harus segera disahkan, supaya fungsi dan tugas intelijen jelas.

"Menyalahkan intelijen sama saja menyalahkan angin. Angin tak bisa dicek dan angin tidak bisa marah pada Anda. Jadi hati-hatilah berbicara menuduh intelijen kecolongan," serunya.[ald]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya