Berita Oleh Irjen Pol. Dr. Umar S. Fana, S.H., S.I.K., M.H.*

Koper Sadap Ajaib Cuma Imajinasi? Ini Cara Kerja Sistem Penyadapan yang Sebenarnya

Ketika Alat Kejahatan Tertinggal, tetapi Pelakunya Menghilang

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Piring Kiai, Kantong Pejabat, dan "CCTV Langit" yang Terlupakan

Dekonstruksi Makna "Saudara Kandung" dalam Sumpah Dokter

Hattrick Korupsi Fahd A Rafiq: Bukti Hukuman Badan Gagal, Saatnya Melawan dengan Radikal!

Pemberantasan Korupsi: Mengejar Koruptor atau Menyelamatkan Uang Rakyat?

Pelat Dinas dan Supremasi Hukum: Ketika Aturan Internal Bertemu Aturan Nasional

Mengejar Buronan Penting, Mengejar Uangnya Jangan Terlambat

Jangan Sedikit-Sedikit Pidana: Memahami Pasal 613 Ayat (3) dengan Lebih Jernih

Jangan Biarkan Korban Berjalan Sendiri: Saatnya Negara Hadir dengan Satu Sistem Perlindungan

Mengetuk Pintu Keadilan: Siapa Sebenarnya yang Wajib Mencari Dua Alat Bukti?

KUHAP Baru dan PR Besar Eksekusi Barang Bukti: Jangan Biarkan Uang Negara Mengendap

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Di Era Gaduh, Kebenaran Tidak Lagi Berdiri Sendiri

Dosa Berjemaah atau Etika Dwitunggal? Menggugat Tanggung Jawab Wakil Kepala Daerah dalam Badai OTT

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Kedaulatan Digital: Garis Depan Baru Pertahanan Nasional

Mantra "Prosedur adalah Panglima", Menjawab Alasan Penjahat Bisa Bebas

Menakar Keadilan KUHP Baru: Memenjarakan atau Menyelamatkan Aset