Keputusan penundaan ini disebut terkait dengan penjualan yang lebih lemah dari perkiraan, menurut laporan The Information yang dikutip dari
Reuters, Selasa 11 November 2025.
iPhone Air pertama kali diluncurkan pada 2025 sebagai versi paling tipis dan ringan dari jajaran iPhone utama. Namun, model ini mendapat beberapa kritik karena daya tahan baterainya lebih kecil dan fitur kameranya kalah dari model premium.
Para analis menyebut permintaan terhadap iPhone Air tidak sebesar yang diharapkan, terutama di pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat dan China.
Oktober lalu, Apple mengumumkan iPhone Air akan mulai tersedia untuk pra-pemesanan di China setelah mendapat izin penggunaan layanan eSIM dari operator setempat. Model yang dijual di negara tersebut tidak memiliki baki kartu SIM fisik, dan hanya mendukung konektivitas eSIM.
Hingga saat ini belum ada komentar apapun dari Apple terkait kabar penundaan tersebut.
BERITA TERKAIT: