Namun, penguatan mata uang Garuda masih terbatas di tengah pergerakan dolar Amerika Serikat (AS) dan dinamika pasar global.
Mengacu data
Bloomberg pukul 09.05 WIB, Rupiah di pasar spot menguat 4 poin atau 0,02 persen ke level Rp18.152 per dolar AS. Sementara itu, indeks Dolar AS justru naik tipis 0,07 persen ke posisi 101,817.
Sehari sebelumnya, Rupiah kehilangan 9 poin atau 0,05 persen dan ditutup di level Rp18.156 per Dolar AS. Dengan penguatan pada pembukaan hari ini, rupiah mulai memangkas pelemahan yang terjadi sehari sebelumnya.
Pergerakan mata uang di pasar global turut dipengaruhi perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Harapan terhadap kemajuan pembicaraan diplomatik antara Washington dan Teheran muncul setelah Iran menyatakan komunikasi dengan AS masih berlangsung untuk mengakhiri konflik.
Optimisme tersebut ikut menekan harga minyak mentah. Kontrak berjangka Brent bahkan anjlok lebih dari 7 persen pada perdagangan Senin, mencatat penurunan harian terdalam dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan harga minyak menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi prospek inflasi dan sentimen investor.
Di pasar valuta asing, Euro menguat tipis ke 1,1185 Dolar AS. Yen Jepang relatif stabil di level 157,915 per Dolar AS.
Poundsterling Inggris juga menguat 0,05 persen ke 1,3414 Dolar AS. Penguatan ini terjadi setelah data indeks manajer pembelian (PMI) menunjukkan aktivitas manufaktur Inggris mencatat pertumbuhan output terkuat dalam lebih dari dua tahun.
Di tengah beragam sentimen tersebut, arah pergerakan Rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi perkembangan geopolitik, harga komoditas, dan kondisi pasar keuangan global.
BERITA TERKAIT: