Prabowo Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Minggu, 01 November 2026, 13:10 WIB
Prabowo Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden Prabowo Subianto meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. 

Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat kepada Peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan Peserta Rapimnas Kadin Seluruh Indonesia di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Politik, Keamanan, dan Pertahanan Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan mengatakan Presiden berharap Kadin dapat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional. 

Peran tersebut tidak sebatas menghimpun kepentingan pengusaha, tetapi juga diwujudkan melalui langkah konkret untuk memperkuat ekonomi nasional, meningkatkan investasi, mengembangkan UMKM, serta memperluas jangkauan pasar ekspor.

"Presiden menghendaki KADIN tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menilai dunia usaha memiliki alasan kuat untuk mempertahankan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia. 

Sejumlah indikator menunjukkan aktivitas ekonomi nasional masih tumbuh positif, meskipun situasi global diwarnai berbagai tekanan dan ketidakpastian.

Ia memaparkan, ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Adapun inflasi pada September 2026 tercatat tetap terkendali sebesar 3,28 persen.

Menurut Bamsoet, capaian tersebut mencerminkan perekonomian nasional yang masih bergerak positif di tengah tekanan geopolitik, volatilitas pasar keuangan, serta perlambatan ekonomi global.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA