Presiden Direktur Astra, Rudy, dalam laporan keuangan kuartal III 2026 yang dirilis pada Rabu 28 Oktober 2026, menyebut bisnis otomotif tetap menjadi salah satu penopang kinerja perusahaan di tengah tekanan pada lini usaha lainnya.
“Dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya, kinerja pada kuartal ketiga membaik, terutama ditunjang oleh peningkatan volume kontrak pertambangan, dimulainya kembali produksi tambang emas Martabe, serta bisnis Otomotif yang tetap bertumbuh,” kata Rudy, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Dari sisi pasar, penjualan mobil nasional meningkat 21 persen menjadi 679.000 unit pada Januari-September 2026. Sementara itu, penjualan mobil Astra tumbuh 13 persen, dengan pangsa pasar keseluruhan sebesar 49 persen.
Toyota dan Daihatsu tetap memimpin pasar otomotif Indonesia. Selain peningkatan penjualan mobil, laba bersih divisi komponen Astra juga naik 15 persen menjadi Rp1,4 triliun, didukung peningkatan kontribusi dari seluruh segmen.
Pertumbuhan juga tercatat pada bisnis jasa keuangan Astra. Laba bersih segmen ini meningkat 6 persen menjadi Rp7,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Divisi pembiayaan konsumen mencatat kenaikan pembiayaan baru sebesar 8 persen menjadi Rp92,5 triliun. Piutang pembiayaan bersih juga meningkat 6 persen menjadi Rp132 triliun dibandingkan posisi Desember 2025.
Selain pembiayaan, perusahaan-perusahaan asuransi Astra membukukan kontribusi laba bersih Rp1,4 triliun, naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan operasional dan pendapatan investasi.
Rudy menyatakan pertumbuhan bisnis-bisnis tersebut menjadi bagian dari kinerja Astra selama sembilan bulan pertama 2026, meskipun kontribusi bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mengalami penurunan.
“Bisnis otomotif, jasa keuangan, dan
wider businesses terus mencatat pertumbuhan yang sehat, sementara kontribusi dari bisnis solusi pertambangan dan alat berat mengalami penurunan,” pungkas Rudy.
BERITA TERKAIT: