Dalam laporan keuangan kuartal III 2026 yang dirilis Rabu 28 Oktober 2026, PT Astra International Tbk (Astra) menjelaskan bahwa penurunan kuota produksi batu bara melalui alokasi RKAB turut melemahkan permintaan alat berat dan jasa pertambangan.
Kondisi tersebut turut menekan volume pertambangan batu bara. Penjualan alat berat Komatsu turun 17 persen menjadi 3.000 unit, sedangkan penjualan batu bara merosot 23 persen menjadi 7,1 juta ton.
Astra menngungkapkan, penurunan kinerja segmen pertambangan juga dipengaruhi berkurangnya penjualan emas dari tambang Martabe yang sempat menghentikan produksi pada awal tahun.
“Penjualan emas tercatat sebesar 54.000 oz, dibandingkan 178.000 oz pada periode yang sama tahun lalu,” demikian keterangan Astra dalam laporan keuangannya, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Meski demikian, kinerja bisnis Solusi Pertambangan dan Alat Berat mulai membaik pada kuartal III 2026 dengan mencatatkan pertumbuhan 15 persen secara tahunan. Tambang emas Martabe sendiri kembali beroperasi pada kuartal II 2026.
Laba bersih segmen tersebut sebesar Rp5,1 triliun merupakan angka sebelum memperhitungkan pos nonberulang. Setelah memperhitungkan pos nonberulang sebesar Rp2,2 triliun pada divisi panas bumi dan nikel, laba bersih yang dilaporkan turun 59 persen menjadi Rp2,9 triliun.
BERITA TERKAIT: