Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot mengatakan, waduk PLTA Batang Toru di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai digenangi air.
Yuliot menyebut cadangan operasional listrik Sumatera saat ini hanya 4 persen, jauh dari kondisi ideal 15-20 persen.
“Cadangan operasional hanya 4 persen. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20 persen,” kata Yuliot dalam keterangannya, Minggu, 11 Oktober 2026.
Tambahan daya 510 MW dari PLTA Batang Toru diperkirakan mampu menopang kebutuhan listrik Sumatera Utara hingga empat sampai lima tahun ke depan, di tengah pertumbuhan beban sekitar 100-120 MW per tahun.
Penggenangan waduk dilanjutkan dengan pengujian instrumen selama dua pekan sebelum pembangkit diuji masuk ke jaringan PLN. Kementerian ESDM akan menerbitkan sertifikat laik operasi setelah seluruh fasilitas dipastikan berjalan baik.
“Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi,” ujar Yuliot.
Penggenangan dilakukan setelah persoalan administrasi, termasuk kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH dan Kementerian Kehutanan, diselesaikan.
Sebelumnya, izin PLTA Batang Toru dicabut Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2026 akibat pelanggaran kawasan hutan dan dampak banjir longsor di Tapanuli Selatan. PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE) telah membayar denda sekitar Rp74 miliar kepada Kementerian Kehutanan.
Proyek strategis nasional senilai Rp21,6 triliun ini terdiri dari empat unit pembangkit berkapasitas masing-masing 127,5 MW.
BERITA TERKAIT: