Safari Politik Jokowi Bertendensi Merusak Budaya Lokal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Senin, 03 Agustus 2026, 17:28 WIB
Safari Politik Jokowi Bertendensi Merusak Budaya Lokal
Prosesi penobatan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai sesepuh raja-raja Timor. (Foto: PSI)
Kecil Besar
rmol news logo Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang selalu diikuti dengan prosesi pemberian gelar adat bertendensi merusak budaya lokal.

Demikian penegasan peneliti media dan politik Buni Yani kepada RMOL, Senin 3 Agustus 2026.

"Yang paling berbahaya dari kunjungan Jokowi ke berbagai daerah ini adalah tendensinya untuk merusak budaya lokal," kata Buni Yani. 

Menurut Buni Yani, pemberian gelar adat di Lampung menuai banyak masalah karena bertentangan dengan tradisi setempat.

Itu sebabnya, kata Buni Yani, pemberian gelar adat di NTT juga patut dicurigai tidak alami, penuh rekayasa, memiliki tendensi politik yang besar.

"Pemberian gelar adat di NTT buat Jokowi 
sangat potensial membawa masalah di kemudian hari," kata Buni Yani.

Diketahui, Jokowi resmi menyandang gelar Sesepuh Raja-Raja Timor setelah dinobatkan oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor pada Sabtu 1 Agustus 2026. 

Penobatan digelar dalam rangkaian Karnaval Gajah di kawasan Pantai Lahi Lai Besi Kopan (LLBK), Kota Kupang.

Raja Amanatun, Jonathan Banunaek, mengatakan penobatan tersebut dilakukan langsung oleh delapan raja yang memiliki wilayah kerajaan di Pulau Timor.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA