Pasca teror yang disebar melalui pesan WhatsApp (WA), kegiatan belajar mengajar pun sempat dihentikan.
Menyikapi hal ini, Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 guna melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi.
Sejauh ini, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil pemeriksaan awal belum menemukan adanya bahan peledak.
“Ini sudah dicek Gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir,” kata Nurma saat dikonfirmasi.
Adapun laporan teror diterima Polisi menjelang pukul 08.00 WIB. Di saat bersamaan, para guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS dengan seluruh murid.
“Laporannya setengah 8 (pagi) tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. Sudah upacara baru liat WA-nya kita langsung datang semuanya bersama camat dan lurah,” ujar Nurma.
Pesan ancaman tersebut dikirim secara pribadi melalui WhatsApp kepada guru kelas 1 dan juga staf tata usaha (TU) sekolah.
Dalam pesan itu berisi ancaman bahwa bom telah dipasang di 11 titik di lingkungan sekolah.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: