Dalam pernyataannya, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan serangan dilakukan sejak malam hingga pagi hari dan menyasar anggota serta infrastruktur Hizbullah yang tersebar di berbagai lokasi di Lebanon selatan.
Menurut IDF, operasi militer ini dilakukan setelah Hizbullah kembali melancarkan serangan roket ke arah pasukan Israel yang berada di wilayah Lebanon selatan pada malam sebelumnya.
"Serangan-serangan itu merupakan tanggapan terhadap pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata oleh Hizbullah," kata IDF di media sosial, dikutip Sabtu 20 Juni 2026.
Sementara itu, kantor berita pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya 16 orang tewas akibat serangan udara Israel. Namun, laporan tersebut tidak merinci apakah korban merupakan warga sipil, anggota Hizbullah, atau kombatan lainnya.
Israel menegaskan bahwa serangan ini merupakan balasan atas apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran berulang terhadap kesepakatan gencatan senjata oleh kelompok bersenjata yang didukung Iran tersebut.
Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali meningkat di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang masih memanas di tengah upaya perdamaian antara AS dan Iran.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai identitas para korban maupun kemungkinan adanya serangan balasan lanjutan dari Hizbullah.
BERITA TERKAIT: