Salah satu pembelaan Hendro yang paling krusial untuk dikritisi adalah pernyataan bahwa Teddy hanya prajurit TNI, dan doktrin prajurit tidak bisa membalas meski berbeda pandangan.
"Tak relevan membela Seskab Teddy Indra Wijaya yang hingga saat ini masih bungkam, dengan dalih Teddy adalah prajurit TNI," kata aktivis Islam, Ahmad Khozinudin, dikutip Jumat 8 Mei 2026.
Padahal dalam banyak kesempatan, Seskab Teddy sering tampil di publik membalas para pengkritik pemerintah. Misalnya, Teddy menyebut para pengamat yang mengkritik tidak sesuai keahliannya.
Bukankah, jika benar Teddy mempraktikan doktrin prajurit TNI, dia akan bungkam? Bukan malah, membalas kritikan pengamat dengan serangan 'argumentum ad Hominem'?
"Apalagi Teddy sendiri saat ini juga tidak pada tupoksinya, tentara aktif ada di jabatan sipil sebagai Seskab," kata Khozinudin.
Selain Hendro, bantahan atas video Amien Rais berdurasi sekitar 8 menit tersebut juga datang dari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, Menteri Komdigi Meutya Hafid, dan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
BERITA TERKAIT: